Selasa, 12 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Piala Dunia 2018

Hanya Dua Kali Juara Piala Dunia Uruguay Pasang 4 Bintang di Jersey, Ini Alasannya

Timnas yang pernah menjuarai Piala Dunia menambahkan lambang bintang di jersey mereka.

Tayang:
Editor:
Luis Suarez 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Aturan FIFA tahun 2010 membolehkan tim nasional memasang bintang di jersey sebanyak jumlah trofi Piala Dunia, mengapa Uruguay punya 4 bintang?

Timnas yang pernah menjuarai Piala Dunia menambahkan lambang bintang di jersey mereka.

Brasil menjadi negara terbanyak pengoleksi trofi Piala Dunia yakni lima kali.

Di jersey Selecao pun terpampang lima bintang di atas logo Federasi Sepak Bola Brasil, CBF.

Di bawah Brasil, Jerman dan Italia mengoleksi empat trofi Piala Dunia.

Kedua negara tersebut juga mencantumkan empat bintang di jersey mereka kendati Italia tak lolos ke putaran final Piala Dunia 2018.

Namun ada kejanggalan jika menilik jersey milik Uruguay.

Tim berjulukan La Celeste itu mempunya empat bintang di jersey, padahal baru memenangi dua Piala Dunia (1930 dan 1950).

Lantas darimana gerangan asal dua bintang lainnya? 

timnas Uruguay, Lucas Torreira, berduel dengan penyerang Portugal, Andre Silva, dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2018, Sabtu (30/6/2018) di Fisht Stadium, Sochi." />
Gelandang timnas Uruguay, Lucas Torreira, berduel dengan penyerang Portugal, Andre Silva, dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2018, Sabtu (30/6/2018) di Fisht Stadium, Sochi.
ODD ANDERSEN / AFP

Dilansir BolaSport.com dari Talk Sport, Uruguay mendapat keistimewaan dari Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) untuk memajang empat bintang.

Sebab, Uruguay dua kali menjadi juara cabang olahraga sepak bola di Olimpiade (1924 dan 1928).

Karena Piala Dunia baru digelar pada 1930, maka Olimpiadedianggap sebagai pesta sepak bola terbesar kala itu.

Maka FIFA pun mengizinkan Uruguay memasukkan dua gelar juara Olimpiade itu sebagai tambahan bintang di jersey.

Baca: Hasil Babak Pertama Uruguay Vs Prancis: Tandukan Varane Bawa Les Blue Unggul

Sebelum 1924, para atlet yang tampil di Olimpiade dianggap sebagai atlet amatir sehingga tak bisa dimasukkan kategori Piala Dunia.

Lalu setelah 1928, atlet yang berlaga di Olimpiade dibatasi menjadi di bawah 23 tahun.

Karena Olimpiade 1924 dan 1928 adalah tonggak penting dari pesta olahraga terutama sepak bola, maka FIFA menganggap dua event itu sebagai pengganti Piala Dunia.

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved