BACAAN ALKITAB

BACAAN ALKITAB MALAM Lukas 14:25-26 - Tinggalkan Keluarga dan Ikut Kristus

Yesus adalah Tuhan, dan Juruselamat dunia. Dia telah berkorban jiwa dan hidup-Nya, mati untuk kita. Dialah Pemberi kehidupan bagi kita.

Editor: Aswin_Lumintang
Istimewa
Renungan Harian Kristen 

  Lukas 14:25-26
TRIBUNMANADO.CO.ID - Yesus adalah Tuhan, dan Juruselamat dunia. Dia telah berkorban jiwa dan hidup-Nya, mati untuk kita. Dialah Pemberi kehidupan bagi kita. Termasuk, ayah, ibu, anak, orangtua, kakak beradik, atau keluarga bagi kita. Karena itu, kita harus mengasihi Dia lebih dari apapun. Termasuk lebih dari kita mengasihi keluarga kita.

Itulah tugas panggilan kita sebagai murid Yesus sebagaimana Matius 10:37: _"Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku."_

Ilustrasi Renungan
Ilustrasi Renungan (internet)

Hal ini mempertegas tugas kita sebagai murid-Nya. Yesus berkata bahwa kita harus "membenci" keluarga. Apa maksudnya? Memang jika kita pahami secara parsial/subyektif atau sepihak, itu keliru. Sebab 1 Timotius 5:6 juga berkata bahwa siapa yang tidak memelihara atau mengasihi sanak keluarganya, itu adalah murtad. Apakah bagian ayat-ayat itu atau mungkin ayat lainnya bertentangan?

Sekali-kali tidak! Sebab yang Yesus maksudkan adalah untuk menjadi murid-Nya, kita harus rela menyerahkan segalanya bagi Dia. Oleh karena itu, jika orang tua kita tidak mau mengikut Yesus, bahkan jika mereka mengusir kita dari keluarga karena menjadi orang Kristen, kita harus tetap memilih Kristus daripada memilih mereka. Dalam pengertian inilah, kita "membenci" anggota keluarga kita yang menolak Allah atau yang menolak kita karena Allah.
Demikian firman Tuhan hari ini.

_*"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku."* (ay 26)_
Membenci bapa, ibu dan keluarga, memang tidak segampang yang dikatakan. Sebab di sisi lain, Yesus memerintahkan kita untuk mengasihi mereka. Bahkan wajib mengasihi keluarga.
Namun, apabila mereka tidak mengasihi Yesus, maka Yesus tetap harus menjadi prioritas atau yang utama. Kita harus menghargai Yesus lebih tinggi dari semua orang yang kita kasihi di dunia ini, termasuk keluarga yang membenci-Nya. Kita harus mengasihi Dia lebih daripada hidup kita sendiri. Itulah penyangkalan diri. Kita pun harus membenci diri kita yang membenci Kristus, dengan cara meninggalkan kebencian akan Kristus dan berubah menjadi mengasihi Dia. Itulah murid Kristus.
Kita harus membenci segala keduniawiaan kita demi Kristus. Termasuk kebencian keluarga terhadap Kristus, haruslah kita benci. Karena itu adalah prilaku hidup duniawi. Kita harus memilih Kristus dari pada dunia. Sebab dunia hanyalah ciptaan Kristus. Sehingga kita harus lebih mengasihi Pencipta daripada yang diciptakan-Nya. Termasuk keluarga kita juga adalah ciptaan dan pemberian-Nya bagi kita.
Matius 19:29 mengatakan, _"Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal."_
Inilah janji. Allah menghendaki komitmen total para pengikut dan murid-Nya, hingga pemisahan yang memilukan hati dari setiap anggota keluarga kita yang menolak Yesus. Namun imbalannya, kita akan menerima 100 kali lipat dari Dia.
Bahkan hal-hal materi yang kita telah tinggalkan demi mengikut Yesus akan diberikan kembali kepada kita dalam bentuk seratus kali lebih baik dari apa yang telah hilang! itulahvkebaikan dan kasih Allah yang tak berhingga bagi kita.
Jadi, sesungguhnya Dia adalah Allah yang baik! Dia tidak menghendaki kita untuk sungguh-sungguh membenci (menghina dengan kejam atau untuk mencelakai) anggota keluarga kita. Yang harus kita lakukan adalah untuk tetap memilih Yesus daripada menuruti mereka, jika mereka mengancam agar kita menolak Yesus dengan ancaman mengusir kita atau tidak mengakui kita lagi sebagai anggota keluarga.
Pilihlah Yesus. Bencilah pembenci-Nya. Lakukanlah kehendak-Nya. Nantikanlah berkat berlipat ganda dari pada-Nya. Hiduplah memuliakan Dia. Dia memberkati dan menyertai kita selamanya. Amin
*Doa:* Tuhan Yesus, ajarlah kami terus mengutamakan Engkau dalam hidup kami dan berkatilah kami selalu. Amin

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved