Jadi Gubernur Aceh Lalu Jatuh Hati pada Pesawat, Kiprah Irwandi Yusuf, Mantan Pejabat GAM
Kiprah Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang merupakan Mantan Pejabat GAM kini mulai jatuh hati pada pesawat
Satu di antara program terobosan unggulan Irwandi Yusuf saat menjadi gubernur pada periode 2006-2012 adalah Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).
Melalui program ini, pemerintah memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Aceh.
Selama menjalankan pemerintahanan di Aceh sejak Juni 2017 hingga kini, Irwandi dikenal gencar menyuarakan upaya penghapusan fee proyek bagi pejabat pemerintahan dan pihak swasta yang mengerjakan proyek pemerintahan.
Jatuh hati pada pesawat Semua orang sudah tahu, Irwandi jatuh hati dengan pesawat.
Dia punya pesawat pribadi dan bisa menerbangkannya.
Pada 2014, dua tahun setelah gagal dalam Pilgub Aceh, dia sengaja belajar dan mengambil lisensi untuk menerbangkan pesawat di Bandung Pilot Academy.
Seperti dikutip dari Kompas.id, Irwandi memiliki satu unit pesawat Shark Aero bermesin tunggal produksi Slovakia dan diberi nama ”Hana karu, hoka gata" atau yang berarti "tidak ribut, kamu di mana".
Irwandi pernah menyebutkan, pesawat itu dibelinya dengan harga 40.000 euro atau setara Rp 600 juta dari harga resmi 90.000 Euro atau setara Rp 1,3 miliar.
Dia mengaku mendapatkan diskon besar karena membantu penjualan pesawat tersebut.
Irwandi juga pernah mengklaim bahwa hanya dia yang memiliki pesawat itu di Asia. Pesawat itu kerap digunakan Irwandi untuk perjalanan dinas ke daerah-daerah.
Salah satunya saat melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya-Yusuf Muhammad, serta Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib-Fauzi Yusuf, di lokasi terpisah, 12 Juli 2017.
Saat itu, Irwandi menerbangkan sendiri pesawat pribadinya itu dari Bandara Iskandar Muda Aceh Besar ke Bandara Malikussaleh Lhokseumawe.
Usai melantik pasangan Suaidi Yahya-Yusuf Muhammad, dia terbang lagi ke Aceh Utara untuk melantik Muhammad Thaib-Fauzi Yusuf.
Namun, pengalaman tak mengenakkan juga pernah dialaminya. Pesawat yang diterbangkannya mendarat darurat di kawasan Pantai Desa Lam Awe, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, pada 17 Februari 2018.
Pesawat itu terjungkal, kedua sayapnya patah. Namun, Irwandi selamat dan tak mengalami luka.