Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Umar Ryoichi Mita Penerjemah Al Quran Pertama di Jepang, Ternyata Masih Keturunan Samurai

Umar Ryoichi Mita merupakan perwira militer kelas elit pada masa praindustri dan merupakan penerjemah Alquran pertama di Jepang

Editor:
Internet

TRIBUNMANADO.CO.ID - Salah satu hal yang identik dengan Jepang adalah Samurai.

Samurai merupakan perwira militer kelas elit pada masa praindustri di Jepang.

Biasanya, Samurai bekerja untuk majikan atau tuan tanah yang disebut dengan Daimyo.

Sedangkan Samurai yang tidak memiliki majikan disebut dengan Ronin.

Tapi, bagaimana jika Samurai adalah seorang penerjemah Al Quran?

Dikenal sebagai negara dengan agama Shinto, pemeluk agama Islam di Jepang memang masih sangat sedikit.

Memeluk islam di Jepang sama dengan menjadi kaum minoritas.

Hal inilah yang dialami oleh Ryoichi Umar atau yang juga dikenal sebagai Haji Umar Ryoichi Mita.

Ryoichi Mita lahir pada 19 Desember 1892 di kota Chofu, Yamaguchi, Jepang.

Ia dilahirkan di lingkungan keluarga Samurai yang ada di Prefektur Yamaguchi.

Setelah lulus dari Yamaguchi Commercial College pada Maret 1916, Mita pergi ke Tiongkok untuk belajar bahasa Mandarin.

Di sana, Mita berhubungan dengan beberapa Muslim Tiongkok dan menyukai cara hidup mereka yang tidak ia temukan di Jepang.

Pada 1920, Mita menulis sebuah artikel "Islam in China" di sebuah majalah terkenal di Jepang.

Kemudian, pada 1921 ia bertemu dengan Haji Omer Yamaoka, Muslim Jepang pertama yang menunaikan ibadah haji pada 1909.

Setelah berinteraksi cukup lama di lingkungan orang-orang muslim, akhirnya Mita memeluk agama Islam secara resmi pada 1941.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved