Piala Dunia 2018
Marc Marquez Ngamuk dan Pukul Meja Saat Nonton Spanyol Tersingkir dari Rusia
Laga yang mempertemukan timnas Spanyol dan timnas Rusiahanya berakhir dengan skor imbang 1-1 pada waktu normal.
TRIBUNMANADO.CO.ID-Pebalap tim Repsol Honda, Marc Marquez, mengamuk saat timnas Spanyol harus tunduk dari tuan rumah, timnas Rusia, di babak perdelapan final Piala Dunia 2018, (Minggu (1/7/2018).
Langkah timnas Spanyol di ajang Piala Dunia 2018 harus terhenti di babak perdelapan final usai ditekuk timnas Rusia di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia.
Laga yang mempertemukan timnas Spanyol dan timnas Rusiahanya berakhir dengan skor imbang 1-1 pada waktu normal.
Hingga babak perpanjangan waktu, kedua tim masih belum mampu mencetak gol untuk memastikan diri menjadi pemenang.
Hasil tersebut membuat persaingan menjadi semakin alot dan harus berlanjut ke adu penalti.
Pada babak penalti, empat pilar timnas Rusia sukses menceploskan bola ke gawang David de Gea.
Sementara, timnas Spanyol hanya mampu mengemas tiga gol pada adu penalti.
Atas hasil ini, timnas Spanyol harus angkat koper dari pentas Piala Dunia 2018.
Kekalahan timnas Spanyol saat itu ternyata memetik amarah dari pebalap tim Repsol Honda, Marc Marquez, yang menyaksikan laga bersama rekan-rekannya melalui layar tv.
Ia terlihat marah dan menggebrak meja saat nonton bareng bersama rekan timnya.
Melalui akun Twitter miliknya, Marquez mengungkapkan kekesalannya atas kekalahan Spanyol.
"Sungguh tidak adil! Minggu ini yang kurang bagiku hanyalah kemenangan tim nasional! Cheers @SeFutbol!", tulisnya.
Marquez sendiri baru saja sukses memetik kemenangan keempatnya musim ini di Sirkuit Assen pada Minggu (1/7/2018).
Pebalap berusia 25 tahun itu berhasil mengalahkan Alex Rins, yang berada di posisi kedua, dan Maverick Vinales di posisi ketiga.
Sementara Andrea Dovizioso harus mengakhiri finis di posisi keempat dan Valentino Rossi berada di posisi kelima.
Pemain Spanyol Menangis Bahagia Saat Rusia Menang
Hanya ada satu 'orang Spanyol' yang merayakan kemenangan Rusia saat melawan Spanyol di babak 16 besar, di Stadion Luzhniki, Moskow, pada Senin (1/7/2018).
Dalam laga ini, Rusia berhasil menyingkirkan Spanyol lewat babak adu penalti.
Hasil 1-1 dalam 90 menit waktu pertandingan normal membuat pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Babak perpanjangan waktu selama 2x15 menit belum juga mampu menemukan pemenang sehingga harus berlanjut ke babak adu penalti.
Keempat eksekutor Rusia berhasil menyarangkan bola sedangkan dua eksekutor Spanyol gagal.
Hal ini membuat timnas Rusia melaju ke babak perempat final usai mengalahkan Spanyol dengan skor penalti 4-3.
Raut kekecewaan terpancar dari para pemain Spanyol seusai laga. Beberapa bahkan menangis karena sangat kecewa negaranya tersingkir.
Namun ada satu 'orang Spanyol' yang menangis bahagia untuk Rusia. Ia adalah Denis Cheryshev.
Denis Cheryshev melakukan selebrasi seusai menjebol gawang Mesir pada laga kedua Grup A Piala Dunia 2018, Selasa (19/6/2018)." />
GABRIEL BOUYS / AFP
Cheryshev bisa dikatakan sebagai orang Spanyol karena ia menghabiskan seluruh masa kariernya di Spanyol.
Penyerang 27 tahun menghuni skuat Real Madrid muda sejak 2006. Ia kemudian melanglang buana ke beberapa klub Liga Spanyol seperti Sevilla, Valencia dan Villareal.
Menurut data Transfermarkt, Cheryshev juga punya dua kewarganegaraan, yaitu Rusia dan Spanyol.
Peraturan di Liga Spanyol menginjinkan seorang pemain mengajukan kewarganegaraan Spanyol selain kewarganegaraan aslinya, jika ia telah berada di Spanyo, lebih dari 5 tahun.
Di akhir laga, Cheryshev memberi komentarnya melawan Spanyol.
"Kami menawarkan sedikit serangan, namun hany sedikit. Melawan Spanyol, anda tak bisa hanya bermain dan menyingkirkan mereka begitu saja, kami bertahan dengan baik dan memenangkan laga," ujarnya dikutip BolaSport.com dari Marca.
"Sepak bola memang seperti itu, jika kami terlalu menyerang, terkadang malah kami yang berakhir dengan wajah merah," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/marc-marquez_20180423_044203.jpg)