Saham Batubara Masih Hot

Sentimen positif masih menyelimuti emiten produsen batubara. Sebab, harga komoditas energi ini kembali menanjak seiring tingginya

Saham Batubara Masih Hot
tribun kaltim
Alat berat memindahkan batubara ke tongkang 


TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sentimen positif masih menyelimuti emiten produsen batubara. Sebab, harga komoditas energi ini kembali menanjak seiring tingginya permintaan, serta mengekor harga minyak mentah yang tengah reli.

Kamis (28/6), harga batubara kontrak Juli 2018 di bursa ICE Newcastle di level US$ 113 per metrik ton. Sejak awal tahun ini hingga kemarin atau year-to-date (ytd), harga batubara sudah naik 20,79%.

Tingginya permintaan turut memanaskan harga batubara. "Impor batubara China sepanjang semester pertama tahun ini diperkirakan naik 14% (yoy) menjadi 126,6 juta ton," ujar Deddy Yusuf Siregar, Analis Asia Tradepoint Futures, kemarin.
Indonesia menjadi salah satu pengekspor batubara yang signifikan bagi China. Indonesia menyumbang 49% dari total impor batubara China atau sekitar 61,8 juta ton.

Kondisi terkini pasar batubara global turut menggairahkan harga saham emiten batubara di bursa. Emiten batubara seperti ADRO, DOID, PTBA, HRUM, ITMG dan BUMI diuntungkan oleh membaiknya sektor batubara.
Sepanjang tahun berjalan, indeks pertambangan di BEI sudah tumbuh 17,42%, atau yang tertinggi dibandingkan delapan sektor lainnya.

Saham pilihan

Analis Artha Sekuritas Indonesia Juan Harahap menilai, prospek kinerja emiten batubara masih menjanjikan karena harga komoditas mendukung. Di sisi lain, ada potensi peningkatan produksi setelah membaiknya cuaca.

"Ditambah lagi emiten seperti DOID mendapat kontrak baru serta ADRO yang melakukan diversifikasi ke coking coal, tentunya akan menjanjikan," kata Juan kepada KONTAN, Rabu (27/6).

Untuk HRUM, Juan mengatakan investor bisa masuk di harga Rp 2.350-Rp 2.370 per saham. "Sedangkan ITMG dan BUMI masih perlu wait and see dulu," ungkap dia.

Analis Semesta Indovest Sekuritas Aditya Perdana Putra berpendapat, kinerja emiten batubara berkorelasi positif dengan kenaikan harga batubara. "Dengan harga batubara saat ini, kinerja emiten dalam jangka pendek dan hingga akhir tahun nanti masih tetap menarik," kata dia.

Selain mendapatkan capital gain, menurut Aditya, investor berpeluang mendapatkan kenaikan dividen, sejalan dengan pertumbuhan laba bersih emiten batubara.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved