Penjambret Dirjen PUPR Ditembak Mati
Aparat kepolisian berhasil menembak mati seorang pelaku jambret dengan korban Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Di antaranya sepeda motor matic milik Fs yang digunakan saat menjambret dan sebilah pisau yang dibawa pelaku dalam setiap beraksi.
Ganggu Kinerja
Sementara itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan peristiwa penjambretan dan kecelakaan yang dialami Dirjen Bina Konstruksi Syarief Burhanudin bakal mempengaruhi kinerja. Alasannya, Dirjen dibutuhkan saat pengambilan kebijakan strategis.
"Ini kan kita masih dalam masa programming, pasti ada pengaruh. Tapi, kalau sampai mengganggu kinerja saya belum tahu. Mudah-mudahan sih nggak. Yang jelas mempengaruhi, karena PUPR ini ada sistemnya kita bekerja. Tapi untuk keputusan strategis membutuhkan kehadiran Dirjen," kata Kabiro Humas Kementerian PUPR Endra Saleh Atmawidjaja.
Dia juga menyatakan Syarief merupakan Ketua Komite Keselamatan Konstruksi. Jabatan itu membuat kehadiran Syarief sangat penting dalam mengawal pembangunan infrastruktur di Indonesia.
"Apalagi Dirjen Bina Konstruksi ini kan beliau Ketua Komite Keselamatan Konstruksi, jadi memang perannya strategis untuk mengawal pembangunan insfrastruktur," ucap Endra.
Endra mengatakan operasi Syarief telah selesai. Namun, dia mengaku belum tahu berapa lama proses penyembuhan yang dibutuhkan.
"Saya belum tahu kalau itu (lama proses penyembuhan). Itu harus tanya ke dokter ya, mungkin besok pagi bisa dilihat perkembangan, tapi yang jelas karena itu patah harus dipasang pen. Saya nggak tau kalau berapa lama, harus ditanya ke dokter," ujarnya. Sebelumnya, Syarief dijambret saat bersepeda dari rumah menuju Kota Tua, Jakarta Barat pada Minggu (24/6). Dari aksi penjambretan itu, Syarief mengalami luka-luka dan kemudian dirawat di Rumah Sakit Medistra Jakarta. (Tribun Network/fia/nis/wly)