Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Simak Alasan MUI Minta Acara Pesbukers, Brownis, dan Rumah Kuya Diberhentikan

Keputusan yang cukup mengejutkan dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Editor: Aldi Ponge
Perbukers 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Keputusan yang cukup mengejutkan dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Beberapa waktu yang lalu, mereka merekomendasikan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat untuk memberi sanksi berat pada lima program Ramadhan di televisi.

Tribunstyle melansir dari Kompas.com, kelima program yang dimaksud adalah Ramadhan di Rumah Kuya (Trans 7), Brownis Sahur (Trans TV), Ngabuburit Happy (Trans TV), Sahurnya Pesbukers (ANTV), dan Pesbukers Ramadhan (ANTV).

MUI menganggap, kelima program ini tidak sesuai dengan semangat Ramadhan.

Kelimanya dianggap melampaui kepatutan dan kepantasan program Ramadhan.

Sanksi berat yang dimaksud adalah penghentian sementara kelima tayangan tersebut.

Rekomendasi tersebut merupakan hasil pantauan selama 10 hari pertama bulan Ramadhan yang dilakukan MUI dan KPI.

"Program berlabel Ramadhan (atau istilah lain terkait Ramadhan), masih banyak ditemukan yang isinya, gaya pembawaannya, dan pilihan waktu tampilannya, tidak sejalan dengan spirit Ramadhan," kata MUI dalam siaran pers tersebut.

"Terutama banyak terjadi pada program komedi, tayangan live, atau program konser musik, dan sinetron," lanjut MUI.

Beberapa hal tidak patut yang disoroti dari acara-acara tersebut adalah penampilan pengisi acara yang berbusana ketat, tarian-tarian erotis, pembicaraan tentang aib, saling merendahkan, dan beberapa hal lain yang tidak sesuai dengan semangat Ramadhan.

Kritikan pada Brownis Sahur

Tribunstyle melansir dari laman mui.co.id, berikut kritikan yang diberikan MUI pada program Brownis Sahur.

"Kritik keras diberikan pada program Brownis Sahur (pukul 02.30 WIB), komedi, talk show reka adegan kehidupan, nyanyian dan joget bersama. Goyang “Geboy Mujaer”, “perawan atau janda”, “goyang dumang” dengan gerakan-gerakan
erotis, jauh dari spirit Ramadhan. Mengawali hari dengan sahur seharusnya diisi pengingat qiyam al lail dan ibadah lainnya. Edisi 18 Mei 2018, ada pelecehan dan ghibah terhadap istri, dalam nyanyian Vicky, “Istriku Angel, banyak
uangnya, sekali rayuku foya-foya, hobiku menipu, nipu apa saja ...”. Ada adegan tidak pantas, merayu 3 (tiga) perempuan, oleh Vicky memberikan contoh pergaulan bebas.

Ejekan fisik, ada di episode 21 Mei 2018. Ivan Gunawan kepada Deni Cagur, “Anak kampung makan keju, mana cocok lu?”. “Nah ini die parutannye” Ivan Gunawan (Igun) mengejek Bedu. Igun menggendong Wendi, waktu mencari bola
basket, menunjuk kepala Wendi. “Itu kepala, (bukan bola basket)”. Sosok Igun perlu diberi perhatian khusus.

Episode 23 Mei 2018 berisi aksi merendahkan orang lain dan membuka aib. Ejekan Igun pada Billy Saputra, “Emang ada otaknya?”. Buka aib rumah tangga Vicky “ditayangkan mobil Vicky berisi barang-barang, disimpulkan sudah angkat
kaki dari rumah, berpisah dengan Angel lelga”. Buka aib masa lalu Vicky, Ruben Onsu bertanya kepada Vicky, “Apakah benar pernah pacaran dengan dua penyanyi dangdut ditaruh di apartemen yang sama hanya beda lantai?” Billy
Saputra juga dibuka aibnya, tentang hubungannya dengan pacar yang disinyalir masih ada ikatan pernikahan dengan pria lain.

Tamu misterius dihadirkan untuk membongkar masa lalu Vicky, mantan pacar Vicky, yaitu Ifa ex trio macan. Bahwa ia pernah disimpan dalam satu apartemen bersama pacar Vicky lainnya.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved