Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

3 Hal Penting Ini Disampaikan Ivanry Matu di International Council of Small Business

Ivanry Matu paparkan peluang dan tantangan UKM di depan Menteri UKM dan Koperasi RI dan peserta meeting conference ICSB

Penulis: | Editor:
ISTIMEWA

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTAIvanry Matu paparkan peluang dan tantangan UKM di depan Menteri UKM dan Koperasi RI dan peserta meeting conference International Council of Small Business (ICSB)

Sejumlah persoalan klasik terangkat dalam meeting conference  ICSB Indonesia. (6-8/5/2018), di Kota kasablanka Jakarta.

ICSB adalah organisasi yg berpusat di New York Amerika Serikat dengan fokus pada persoalan Small Business Entreprises for scale up.

Pertemuan yang dihadiri oleh seluruh city coordinator se-Indonesia ini memaparkan berbagai potensi, tantangan dan solusi tentang UKM yang Ada di daerah masing-masing.

Ivanry Matu sebagai koordinator kota Manado Sulawesi Utara menekankan pada 3 poin utama yaitu, masalah database UKM yg akurat, masalah teknologi pengemasan produk UKM, transfer ilmu utk para pengrajin di Sulut.

"Hal ini penting untuk peningkatan daya saing UKM,"ujar Matu.

Selain itu di hadapan Menteri UKM dan dan koperasi Ivan menyampaikan pentingnya menggarap potensi lokal dengan sinergitas semua stakeholders dalam Rangka sinkronisasi program di bidang UKM untuk mewujudkan roadmap UKM Indonesia,

Saat itu,  ia menjelaskan ada beberapa hal yang terangkat dalam diskusi tentang bahasan dari Sulut, yakni potensi Pariwisata yang ada di Sulut yakni Bunaken, pantai Likupang, selat Lembeh, pantai lingkar selatan, Tomohon, Bukit kasih, Danau Linow, selain itu juga udaya mapalus, tarian kabasaran, katrili.

Sementara Kuliner, kaya akan ikan laut, pasar ekstrim.

Untuk masyarakat orangnya Smiling people, ramah, dan juga sumber daya alam yang ada yaitu kelautan, dan pertanian.

"Nah untuk Peluang/Hot prospect, dibuka rute penerbangan langsung dari China meningkatkan 300-400 persen kunjungan turis dan target 1 juta turis oleh Pemerintah," kata dia.

Pemilik restoran Ocean 27 ini juga mengatakan, dari semuanya itu memiliki tantangan yakni Teknologi pengemasan, kreativitas dan rumah kemasan belum ada, minim pengetahuan dalam kerajinan (kurang terampil) perlu ada transfer knowledge dari pengrajin luar, masuknya pengusaha luar ( membuat pertumbuhan ekonomi stagnan).

"Potensi perikanan belum tergarap 80% padahal ekspor ikan tuna di dunia berasal dari perairan bitung-Maluku utara, potensi pertanian produk unggulan belum tergarap ( kelapa) konsep agribisnis terintegrasi," katanya.

Dan juga Sosial entreprenueship terdiri dari pemberdayaan kelompok women entrpeneur, mengawinkan bumdes dengan produk unggulan ke arah konsep agribisnis Yg berkelanjutan dgn jaminan pasar.

"Laboratorium wirausaha belum optimal, dan sinkronisasi dan sinergitas belum terbangun akibatnya program pemberdayaan UKM tumpang tindih," kata Matu.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved