Lihat Anaknya Dioperasi Tanpa Dibius, Balas Dendam Ayah Ini Kepada Dokter tak Terduga
Seorang anak yang masih duduk di bangku SD dibawa masuk orangtuanya ke Poliakut bagian Bedah RS Dr. Cipto Mangunkusumo
Akhirnya tidak seorang dari rombongan pemuda tersebut tertinggal terkecuali pemuda yang terbaring di atas tandu.
Terpaksa para petugas kamar bedah sibuk menyediakan darah untuk operasi demi menyelamatkan jiwa pemuda yang ditinggalkan kawan-kawannya.
Baca: Kisah Pria Jualan Spons Cuci Piring Demi Kuliah Viral, 13 Tahun Berlalu, Kondisinya Kini Tak Terduga
Baca: Jadwal El Clasico Barcelona Vs Real Madrid (Live) SCTV, Bukti Manis Perpisahan Andreas Iniesta
Seorang pemuda yang perlu mendapat pemeriksaan masuk ruang bedah. Setelah dokter memeriksa kesehatannya ternyata ia membutuhkan obat suntik. Seperti biasanya dokter mengambil obat suntik dari persediaan rumah sakit.
Melihat jenis obat suntik yang diambil dokter si pemuda menolaknya untuk disuntikkan padanya. Tapi ia minta agar obat tersebut diganti dengan merk lainnya dan disebutkan nama yang dimaksud.
Mendengar merek obat suntik yang disebut itu, kembali dokter yang menjadi agak repot. Sebab justru obat itu agak mahal harganya, juga harus dibayar sendiri oleh pasien.
Hal itu disampaikan pada pemuda tersebut namun diterima dengan baik.
Tampaknya memang lancar dan mudah tapi pemuda ini kebetulan tidak membawa uang. Sekalipun demikian ia berjanji akan kembali besok pagi untuk membayarnya.
Permintaan pemuda ditolak dokter, sebab pengalaman membuktikan janji serupa sudah sering terjadi tapi jarang terlaksana.
Pemuda berkeras dan mendesak serta berjanji benar-benar akan kembali untuk membayarnya.
Akhirnya dokter meluluskan permohonan pemuda. Namun sejak itu pemuda yang berjanji itu tidak pernah kunjung datang untuk membayar.
Sekelompok pemuda dengan rambut tidak teratur sisirannya datang ke bagian bedah. Tampaknya mereka baru saja mengalami suatu kecelakaan lalu lintas. Tapi tidak terlihat tanda-tanda luka berat. Mereka minta diperiksa dan diberi obat.
Setelah dokter memeriksanya ternyata keadaan mereka baik-baik saja. Adapun luka yang terdapat pada beberapa pemuda itu hanya lecet kecil yang tidak berbahaya.
Mereka diperbolehkan pulang kerumah masing-masing. Namun mereka menolak untuk kembali ke rumah bahkan menuntut agar diinjeksi tetanus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ist_20180503_182713.jpg)