Jumat, 29 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lihat Anaknya Dioperasi Tanpa Dibius, Balas Dendam Ayah Ini Kepada Dokter tak Terduga

Seorang anak yang masih duduk di bangku SD dibawa masuk orangtuanya ke Poliakut bagian Bedah RS Dr. Cipto Mangunkusumo

Tayang:
Editor:
Saat dirawat di Rumah Sakit 

Di sinilah tempat saya beroperasi, dok! sekarang serahkan semua barang-barang, kata si ayah yang ternyata seorang “tukang copet" belaka. Seluruh badan dokter digeledah tanpa ampun dan tidak dapat berbuat apa-apa terkecuali hanya menyerahkan seluruh harta miliknya.

#

Hari itu seorang pemuda dibawa masuk dengan tandu ke ruang bedah. la masih pingsan dan bagian perutnya luka karena tusukan pisau. Kemudian datang seorang pemuda lainnya dalam keadaan hampir serupa.

Keduanya perlu segera dioperasi. Para dokter tanpa komentar melakukan tugasnya untuk menyelamatkan jiwa kedua pemuda tersebut. Sebab-sebab luka tusukan pisau tidak diketahui dokter.

Baca: Para Pejuang Afghanistan Beri Pelajaran Mematikan Usai Dianggap Remeh Tentara Bayaran

Selesai operasi kedua pemuda ditempatkan dalam satu ruang yang berdampingan, sambil menantikan kamar perawatan dipersiapkan.

Pemuda yang pertama mulai membuka mata dan melihat sekelilingnya. Juga ia melihat pemuda di sebelahnya yang terbaring dan masih belum sadar benar.

Tanpa bicara ia segera bangun dari tempatnya dan langsung memukul pemuda itu.

Para dokter dan juru rawat dalam ruang bedah menjadi sibuk memisahkan kedua pemuda itu dari perkelahian.

Usut punya usut ternyata kedua pemuda tersebut dibawa kerumah sakit karena saling tusuk pisau dalam pertarungan. Pemuda yang pertama itu tampaknya masih dendam.

Suasana yang tenang di ruang bedah tiba-tiba dipecahkan dengan suara ramai-ramai. Serombongan pemuda datang membawa seorang pemuda yang terbaring di atas tandu. Segera penderita masuk ruang kamar untuk diperiksa terlebih dahulu.

Hasil pemeriksaan menentukan pemuda tersebut harus dioperasi segera. Keadaannya lemah karena terlalu banyak mengeluarkan darah.

Untuk melakukan operasi itu dibutuhkan darah untuk transfusi. Diberitahukan pada rombongan pemuda darah apa yang diperlukannya.

Mereka diharapkan dapat mencarikan darah atau bersedia menjadi donor bagi kawannya sendiri.

Namun begitu mendengar butuh “darah" tanpa komentar kawan-kawan tersebut satu persatu meninggalkan tempat.

Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved