Tradisi Unik Ahmadiyah Manado Sumbang Alquran, Hingga Beri Hadiah Natal
Jemaat Ahmadiyah Manado tak canggung berbaur dengan warga sekitar, mereka hidup dengan damai, tanpa diksriminasi seperti di daerah lain
Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Arthur Rompis
MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Sekelompok orang nampak memunguti sampah di lapangan Sparta Tikala, Selasa (1/1) pagi atau di hari pertama tahun 2018.
Mereka bukan petugas sampah, juga bukan pemulung. Namun adalah jemaat Ahmadiyah Manado.
Pungut sampah di tanggal 1 Januari adalah kegiatan mereka berdasarkan program Ahmadiyah pusat.
Mereka terlihat ceria, bersemangat serta tak canggung berbaur dengan warga sekitar yang kebetulan berada sekitar lapangan itu.
Sebagian warga tahu jika mereka Ahmadiyah, tapi tak ambil pusing.
Tak ada tabu untuk bertegur sapa atau sekedar mengucapkan selamat tahun baru.
Begitulah kehidupan jemaat Ahmadiyah di Manado, sangat berbeda 180 derajat dengan di daerah lain.
Mereka hidup dengan damai, tanpa diksriminasi seperti di daerah lain.
"Hubungan kami dengan umat beragama lainnya terbina baik, suasana sangat kondusif," kata
Muhammad Yakub Suriadi, Imam Mesjid Baitul Islam di Kelurahan Taas, kepada Tribun Manado, Selasa (24/4) sore di rumahnya yang berada depan Mesjid.
Kedatangan Tribun disambut hangat oleh Yakub.
Ia menyuguhkan teh. Senyumnya semanis teh itu.
Di ruang tamu, tergantung sejumlah atribut Ahmadiyah.
Poster Khaligah Ahmadiyah, tepat di atas kepala Yakub yang duduk di sebelah utara serta kalender Ahmadiyah di sebelah timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/manado_20180425_080427.jpg)