Waspadai Akibat Buruk Jika Anak Terlalu Banyak Konsumsi Protein
Protein ialah salah satu nutrisi penting yang berperan aktif dalam menjalankan fungsi tubuh.
TRIBUNMANDO.CO.ID - Protein ialah salah satu nutrisi penting yang berperan aktif dalam menjalankan fungsi tubuh.
Sebab berguna sebagai sumber energi, pengembangan otot dan jaringan ikat, pengangkutan oksigen ke seluruh area tubuh, dan memproduksi antibodi untuk melawan infeksi.
Meski begitu, para ahli tidak menganjurkan untuk mengonsumsi proteinmelebihi jumlah yang telah dianjurkan.
Menurut World Health Organization (WHO), konsumsi protein yang disarankan sebanyak lima hingga sembilan porsi sehari.
Untuk pria jumlah rata-rata konsumsi protein harian direkomendasikan 56 gram adapun untuk wanita 46 gram.
Selain itu untuk menghitung jumlah konsumsi protein juga bisa dilakukan sebanyak 1 gram per kilogram berat tubuh seseorang.
Nah jika melebihi jumlah tersebut, tubuh justru bisa mengalami beberapa masalah kesehatan seperti berikut ini.
Kenaikan berat badan
Meskipun saat ini banyak beredar informasi seputar diet tinggi protein, tetapi faktanya penurunan berat badan itu hanya akan bertahan dalam jangka pendek.
Dilansir dari Health Line, kelebihan protein biasanya disimpan sebagai lemak sementara surplus asam amino diekskresikan.
Hal inilah yang kemudian dapat menyebabkan peningkatan berat badan dari waktu ke waktu.
Bukan tanpa alasan, hal ini sudah dibuktikan studi tahun 2016 menemukan bahwa kenaikan berat badan secara signifikan dikaitkan dengan diet dimana protein menggantikan karbohidrat tetapi tidak bisa mengganti lemak.
Meningkatkan risiko kanker
Konsumsi tinggi protein kerap kali dikaitkan dengan peningkatan kanker.
Sebab konsumsi protein berbasis daging yang lebih tinggi dapat menyebabkan sejumlah penyakit kanker, seperti kanker usus besar, payudara, dan prostat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-daging-merah_20180420_160448.jpg)