Gelar Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Serviks, Nancy: Biasanya Takut dan Malu Diliat Orang Lain
BPJS Cabang Tondano menggelar sosialisasi mari bebaskan wanita Indonesia dari kanker serviks, di Kantor Bupati Mitra
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Tondano menggelar sosialisasi mari bebaskan wanita Indonesia dari kanker serviks, di Kantor Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) pada Jumat (20/4/2018).
Sosialisasi ini dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Mitra, Nyonya Jola T Ngongoloy Kandowangko dan jajaran DWP. Tampak hadir pula, Donni Jembar Saefuddin, Kepala BPJS Cabang Tondano, Meysri Kaparang Kepala BPJS Mitra.
Sosialisasi tentang deteksi dini kanker serviks diselenggarakan BPJS kesehatan kerjasama Pemkab Mitra dan DWP Mitra.
Baca: Apakah Kartu BPJS Kesehatan Bisa Langsung Pakai?
Kepala bidang penjaminan manfaat primer (PMP) BPJS Kesehatan Cabang Tondano, Nancy Tewu mengatakan setiap 2 menit hingga 1 jam ada seorang wanita meninggal dunia karena kanker serviks.
Menurut Nancy, kanker serviks merupakan kejadian tinggi, karena tidak ada kesadaran untuk melakukan pemeriksaan.
"Faktor wanita melakukan pemeriksaan karena takut dan paling besar malu, saat periksa karena diliat orang lain, biasanya hanya dilihat suami," jelasnya.
Baca: Warga Pendatang Ingin Urus BPJS Kesehatan di Manado
Katanya, kanker serviks tidak bisa deteksi awal kalau sudah terkena, tiba-tiba muncul pendaharan di luar menstruasi.
"Sesuai penelitian disebabkan oleh virus 99,7 persen, virus Human Papiloma (HPV). Onkogenik sama dengan high risk type atau resiko tinggi," tambahnya.
Virus HPV yang membuat sampai kena kanker rahim, sifatnya bisa sementara dan menetap.
Baca: Jokowi: Tak Ada Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Untuk mengetahui tentang kanker serviks dengan cara deteksi dini melalui dua jenis pemeriksaan, pertama inspeksi visual asam (IVA) di puskesmas dan pups mear.
Adapun bersiko terkena virus HPV adalah ibu, suadara perempuan, istri dan anak perempuan.
"Intinya stiap perempuan beresiko terkena kanker serviks tanpa pandang usia dan latar belakang terkena resiko kanker rahim, bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bpjs-kesehatan_20180420_163736.jpg)