Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dituding Lecehkan Agama Setelah Baca Puisi Gus Mus, Ganjar: Kenapa Ributnya Sekarang?

'Kau bilang Tuhan sangat dekat, namun kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat'

Penulis: Siti Nurjanah | Editor: Siti Nurjanah
Instagram@ganjarpranowo
Ganjar Pranowo 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Publik kembali dihebohkan dengan sebuah puisi yang disebut-sebut menyudutkan agama Islam.

Jika sebelumnya publik dihebohkan dengan puisi karya Sukmawati Soekarnoputri berjudul 'Ibu Indonesia' kini giliran puisi karya KH Ahmad Mustofa Bisri taua yang akrab dipanggil Gus Mus berjudul 'Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana'.

Puisi Gus Mus kini tengah ramai diperbincangkan usai dibacakan cagub Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Puisi tersebut disebut-sebut melecehkan agama Islam.

Pasalnya, terdapat salah satu bait pada puisi tersebut dianggap menyudutkan umat Islam soal panggilan Azan. 

Tak hanya itu, penggalan bait lainnya yang berbunyi 'Kau bilang Tuhan sangat dekat, namun kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat' itupun dianggap melecehkan agama.

Diketahui sebelumnya, puisi karya KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) berjudul 'Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana' dibuat pada tahun 1987.

Tak hanya kali ini, pada tahun 2016 puisi ini juga sempat dibacakan oleh mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar dan Ketua MUI NTT Abdul Kadir Makarim.

Dilansir Tribunmanado.co.id dari situs resmi Nahdatul Ulama (NU) pada klarifikasi 24 Mei 2016 dan menyebut puisi tersebut adalah hoax.

Meski dulu sempat heboh, namun bukan terkait menyudutkan agama melainkan ketika beredar puisi tiruan.

Dlansir Tribunmanado.co.id dari situs resmi Kementrian Agama, berikut isi puisi karya Gus Mus berjudul 'Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana'.

gusmusquotes
instagram.com/gusmusquotes

Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana….

Kau ini bagaimana…
Kau bilang aku merdeka
Tapi kau memilihkan untukku segalanya

Kau ini bagaimana…
Kau suruh aku berfkir
Aku berfikir kau tuduh aku kafir
Aku harus bagaimana…
Kau suruh aku bergerak
Aku bergerak kau waspadai

Kau bilang jangan banyak tingkah
Aku diam saja kau tuduh aku apatis

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved