Reuni Alumni Spenza Bikin Para Guru Terharu
Frederik Liando terharu ketika membawakan sambutan saat hadir bersama 20 guru lainnya menghadiri reuni SMP 1 angkatan 1987-1990
Penulis: Ryo_Noor | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Frederik Liando (76) terharu ketika membawakan sambutan di depan panggung Aula Karoke Diva, Rabu (4/4/2018) malam.
Frederik merupakan mantan guru, dan kepala Sekolah SMP 1 Manado atau tenar disebut Spenza
Ia diundang hadir bersama 20 guru lainnya menghadiri reuni SMP 1 angkatan 1987-1990.
Pria itu tersenyum berbicara dengan irama pelan, ia mengaku banyak sudah lupa dengan wajah-wajah para mantan siswanya.
"Terima kasih sudah ingat kami, minta maaf saya sudah tidak ingat. Saya merasa terharu, padahal sudah waktunya melupakan kami (guru), tapi ternyata masih ingat," ungkap pria yang sudah 16 tahun pensiun ini.
SMP 1 Manado kata Frederik sejak dulu merupakan sekolah unggulan.
Ketika itu memang Spenza sedang jaya-jayanya. Ia bangga mantan siswanya yang sekarang sudah banyak yang sukses.
Lebih bangga lagi ternyata mereka tidak melupakan para guru mereka dulu.
Rona Lasut , Ketua Panitia didampingi Glanny Kindangen dan Daisy Rompas menyampaikan, acara reuni ini merupakan rangkaian kegiatan yang sudah digelar sejak tahun lalu.
Pada tahun 2018 ini, panitia menyiapkan acara reuni bersama guru sekaligus berbagi kasih.
Ada 20 guru yang diundang hadir dalam reuni ini.
"Hari ini kita reuni bersama guru-guru, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun, kita ingin berbagi kasih," kata dia.
Kesuksesan manusia juga tak lepas dari peran para guru. Budi baik para guru ini tak bisa dibalas.
Sebab itu kegiatan reuni juga tak hanya pertemuan antara para alumni siswa melainkan juga dengan para guru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/manado_20180405_114917.jpg)