Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

5 Kasus Pembunuhan Sadis yang Pernah Terjadi di Sulut, 2 Kasus Penggal Kepala!

Di jalan raya, ternyata banyak pengendara yang berhenti. Tak pelak, mereka pun ketakutan melihat aksi HP itu.

Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Sosok terduga pemenggal kepala warga Bolmut, Sabtu (6/6/2015). 

"Kepalanya remuk, tengkoraknya lepas. Diduga dihantam dengan benda tumpul," ungkap Kasat Reskrim Polres Bolmong, AKP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu.

Aksi sadis itu dilakukan sekitar pukul 06.00 Wita dan tersangka ditangkap sekitar pukul 10.00 Wita.

Hingga malam tadi, tersangka SP belum bisa dimintai keterangan. "Dia masih syok. Kita tunggu dia tenang dulu," ujarnya.

Untuk kepentingan pemeriksaan, ada kemungkinan tersangka diperiksa kejiwaannya. "Kita lihat perkembangannya ke depan," ujarnya.

Pantauan Tribun Manado, tersangka seperti kerasukan. Dalam keadaan kedua tangan terborgol, sambil duduk, ia terus menggerakan kedua kakinya naik turun hingga menyentuh lantai sel tahanan serta bernapas cepat lewat mulut.

4. Penggal Kepala di Bolmut

Pembunuhan sadis terjadi di Bolaang Mongondow Utara, tepatnya di Desa Mokusato, Kecamatan Sangkub, Sabtu (6/6/2015) sekitar pukul 13.00 Wita.

Rinto Hassan, warga Desa Mokusato tewas setelah lehernya ditebas dengan parang oleh HM alias Noldy, warga Desa Tombolango. Kepalanya terlepas dari tubuh.

Tewasnya Rinto tak jauh dari rumahnya, yakni hanya berjarak sekitar 20 meter saja. Di bagian belakang tubuh Rinto terdapat sekitar 8 luka akibat tebasan parang Noldy.

Usai melakukan aksinya, Noldy membawa kepala Rinto dengan dijepit pada bagian lutut kakinya menggunakan motor ke rumah mertuanya di Desa Tombolango untuk menghindari curiga dari warga tempat tinggal Rinto.

‘’Saya tidak terima dengan perilaku korban, karena beberapa malam sebelumnya saya mendapat informasi ia sempat jalan-jalan dengan istri saya. Saat saya tanya kepadanya dari mana saja dia bersama istri saya, dia tidak menjawabnya, sehingga saya langsung memukul dan kemudian memotongnya,’’ jelas Noldy, di ruang tahanan Polsek Sangkub saat diinterogasi oleh Polisi.

Diungkapkan Noldy, sebelum melancarkan aksi sadisnya, ia sempat keluar bekerja pada pagi hari untuk membuat drainase mulai pukul 07.00 Wita. Kemudian pulang ke rumah pukul 13.00 Wita untuk makan siang. Usai makan itulah ia pergi ke rumah Rinto untuk mengklarifikasi masalah soal hubungan istrinya dengan Rinto.

Saat tiba di rumah Rinto, Noldy yang kala itu membawa parang mengakui bahwa Rinto sedang tertidur lelap, sebab saat dia menyampaikan salam dua kali tak ada balasan sama sekali. Nanti beberapa saat kemudian Rinto keluar setelah dibangunkan oleh anaknya.

‘’Saat saya menanyakan soal hubungan dia dengan istri saya, dia tidak menjawab. Saat itulah saya memukulnya hingga dia lari,’’ kata Noldy.

Melihat Rinto lari keluar, Noldy mengaku langsung mengejarnya hingga ke halaman rumah tetangga yang berada diseberang jalan

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved