Cuke, Shaolin Cilik Sempat Rindu Ibunya
Cuke, biksu Shaolin belia berusia 10 tahun, jadi pusat perhatian dalam International Shaolin Show Manado, Selasa (6/3) malam di God Bless Park Manado.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Andrew_Pattymahu
Diungkapnya, Cuke tak pernah membeber apa cita - citanya.
Cuke mengaku hanya ingin menjalani hidup dengan menjadi orang baik.
Sangat rendah hati dan tak berlebih pertanda ia sudah mengerti ajaran Buddhisme.
LATIHAN KERAS
Ia bercerita, sejumlah murid murid Shaolin, ada yang seperti Cuke, dibawa orang tuanya.
Sebut dia, kehidupan di Shaolin sangat disiplin.
Latihan sudah dimulai pukul setengah enam pagi.
Kemudian pelajaran di kelas dari pukul delapan sampai sebelas.
Lanjut lagi latihan dari pukul dua hingga lima sore.
"Malamnya belajar agama," kata dia.
Menurut Mr Li, pembelajaran dasar adalah hal utama dalam kungfu Shaolin.
Dasar disini adalah kuda kuda. Ibarat pohon harus kuat
akarnya, begitupun seorang pendekar, harus kuat kuda - kudanya.
Para pendekar Shaolin menghabiskan waktu bertahun tahun hanya untuk belajar kuda - kuda.
Dikatakannya, pembelajaran Shaolin tak melulu kungfu.
Para murid juga dilatih pelajaran umum
"Setelah lulus mereka bisa kuliah, kerja atau jadi biksu," kata dia. Ungkap dia, para murid Shaolin dilarang keras memakai ponsel saat sedang latihan atau belajar.
"Namun jika sedang santai bisa," kata dia.
Diakuinya ada satu murid shaolin yang memakai kacamata.
Namun matanya itu baru minus satu.
"Jadi tak apa apa lepas kacamata," ujar dia. (Art)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/cuke_20180307_000049.jpg)