Sabtu, 16 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cerita Adik ASN di Kantor DPRD Minut: Jeane Sering Curhat Sudah Disertai Air Mata

Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Minahasa heboh, Selasa (20/2/2018) pagi.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Polres Minut mendatangi ruang IGD RSUP Kandou untuk menemui Jein Manua, ASN Pemkab Minut korban penikaman oleh sang suami di gedung DPRD Minut, Selasa (20/2/2018). 

"Kami berdoa agar ia bisa sembuh," kata doa. Ia percaya ada pertolongan Tuhan.

"Tadi kami sulit cari darah, eh ternyata banyak pihak yang tawarkan darah. Ini pertolongan Tuhan," ujar dia.

Jeane enggan bicara. "Nampak benar ia sangat shock dengan kejadian tersebut," beber dia. Stivi mengaku Jeane sering curhat padanya mengenai masalah keluarga mereka.

Curhat kerap disertai airmata. "Ia tampak sangat tertekan," kata dia.

Perlakuan kasar FR terhadap istrinya menggusarkan ketiga anak mereka. Ditambahkan Albert, anak tertua mereka yang duduk di bangku SMA sangat kesal pada ulah ayahnya. "Dia kasihani ibunya," ujar Albert.

Sang ayah pernah mengambil ponsel milik anaknya. Diduga ponsel itu dijual untuk bermain judi. "Padahal ponsel itu dibelikan Jane, bukan dari uang ayahnya," ujar dia.

Menurut beberapa saksi di lokasi kejadian, awalnya tersangka datang dan hendak menemui istrinya.

"Dia datang dan bilang hendak menemui istrinya. Kami tidak curiga lantaran berpakaian rapih, menggunakan tas, kemeja, juga memang dia biasa datang untuk mengantar atau menemui istrinya," jelas Marvel, staf di DPRD Minut.

Beberapa menit kemudian terdengar kegaduhan di dalam ruangan. "Korban sudah berdarah terkena tikaman dan suaminya itu lari keluar dan melompat lewat pagar di bagian belakang," jelasnya.

Ia melihat tersangka membawa pisau pendek yang sudah berdarah keluar ruangan. "Kami takut menghalau, jangan sampai ditikam juga. Tidak ada yang bisa kami gunakan untuk memukul tersangka," kata Marvel.

Melihat kejadian, korban langsung dilarikan ke RSUD Walanda Maramis kemudian dirujuk ke RSUP Prof Kandou.

Vera Kaunang, saksi lainnya, menjelaskan, pasangan suami istri ini bertemu saat Jane sementara bekerja. Keduanya kemudian terlibat cekcok tanpa diketahui apa yang menjadi penyebab.

"Saya juga tidak dengar apa yang mereka ucapkan, lantaran pelan dan tidak lama," ujar Vera.

Tak lama kemudian, ia melihat tersangka mengeluarkan pisau yang disisipkan di pinggangnya dan langsung menusuk korban.

"Dua kali, korban langsung bersandar di meja tempatnya bekerja," kata Vera.

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved