Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cerita Adik ASN di Kantor DPRD Minut: Jeane Sering Curhat Sudah Disertai Air Mata

Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Minahasa heboh, Selasa (20/2/2018) pagi.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Polres Minut mendatangi ruang IGD RSUP Kandou untuk menemui Jein Manua, ASN Pemkab Minut korban penikaman oleh sang suami di gedung DPRD Minut, Selasa (20/2/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Minahasa heboh, Selasa (20/2/2018) pagi.

Jeane Manua, aparatur sipil negara (ASN) di DPRD harus dilarikan ke RSUP Prof Kandou, Manado.

Jeane ditikam suaminya, FR, warga Desa Laikit, Kecamatan Dimembe, Minut. Motif dari aksi tak terpuji FR masih diselidiki penyidim Polres Minut.

Namun menurut Albert Manua, ayah Jeane, antara tersangka dan korban ada masalah keluarga. Putrinya itu sudah sering diancam oleh suaminya.

"Mereka berdua memang ada masalah keluarga, berkali-kali Jane, ia (tersangka) ancam," kata Albert saat ditemui tribunmanado.co.id di RSUP Prof Kandou, Selasa kemarin.

Bahkan, masalah antara anaknya dengan tersangka sudah pernah dimediasi oleh polisi. Suami Jane kerap minta maaf. Namun setelah itu, ia kembali berulah.

Beberapa hari lalu, korban bercerita, sang suami berupaya mencarinya sambil membawa senjata tajam. "Saya juga diancamnya (tersangka)," kata sang ayah.

Beber Albert, Selasa pagi, sang suami datang Kantor DPRD Minut, tempat anaknya bekerja, dengan menyembunyikan pisau.

Begitu bertemu Jeane, keduanya pun bercerita hingga terlibat adu mulut. "Saat itulah ia menusuk (dengan sebilah pisau) dada Jane sebanyak dua kali," ujar dia.

Lanjut Albert, Jane selama ini bekerja sebagai ASN, sedang suaminya nganggur. "Ia hobi judi, barang kami dijual semua," katanya. Bahkan, sudah dua minggu terakhir, ia memilihara ketia anak dari Jeane.

Korban penikaman terbaring lemah di ruang IGD RSUP Kandou, Selasa sore. Matanya terpejam. Ekspresinya menahan sakit. Selang infus terpasang di hidung.

Selimut panjang menutupi badannya. Nampak air mata yang sesekali menetes di pipinya.

Stivi Manua, adik kandung Jeane membeber, kakaknya dalam keadaan sadar namun enggan bicara. "Ia seperti menahan sakit, di dadanya serta di hatinya," ujar dia.

Beber dia, hasil pemeriksaan dokter, tusukan tak sampai mengenai paru dan jantung. Lubang tusukan sedalam 4 sentimeter. "Namun harus dioperasi," kata dia.

Menanti waktu operasi, keluarga menggelar doa.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved