Inilah Makna Hari Suci Goan Siau

Gerak upacara goan siau dinamakan “kiat kae” dengan puncak upacara pada 15 bulan 1 Imlek, yang disebut ‘goan siau’ atau ‘purnama agung’.

Inilah Makna Hari Suci Goan Siau
Tribun Manado
Pengurus Lembaga Pengembangan Tripitaka Gatha Sulut mengundang Tribun Manado dalam jamuan makan malam untuk merayakan Imlek di New Kartini, Jl Sudirman, Kota Manado, Sabtu (17/02/2018) malam. 

Baca: Umat Tridharma Sembahyang Cie Sin, Cap Go Meh Keluar atau Tidak?

Bertepatan dengan Goan Siau, hari itu juga merupakan Hari Raya Siong Goan atau “Sam Kae Kong” ( 3 penguasa alam semesta atas angkasa, tanah, dan perairan ).

Terutama hari itu adalah hari raya penguasa angkasa yang telah selesai membuka pintu angkasa yang mula-mula gelap menjadi cerah sebagai karya Tuhan Yang Maha Esa.

Baca: Inilah Sejarah Perayaan Cap Go Meh dan Yuan Xiao di Kota Manado

Manusia menyambut hari raya itu dengan rasa syukur dan menyelenggarakan ritual/prosesi untuk Tuhan dan para utusanNya.

Manakala semua penerangan abadi hadir dalam suatu kemanungggalan yang kesehariannya di Tempat Ibadah Tridharma, maka hal itu akan diwujudkan pada pelita yang ada di atas hiolo Thian.

Pada hariitu, umat membawa pulang penerangan itu dengan menyulut api untuk selanjutnya menyalakan berbagai penerangan dalam rumah tangganya.

Penerangan itu dimaksudkan agar kehidupan keluarga senantiasa diliputi sinar kemuliaan nan abadi.

Upacara pengambilan api suci disebut “Kwak He” atau “Chu He” atau “Khiat He” yang pengertiannya sama, yaitu mengambiil api suci.

Dapatlah dikatakan bahwa upacara ritual keagamaan Goan Siau sebenarnya adalah suatu upacara suci lahirnya unsur penerang lambang kehidupan.

Penerang itulah yang mengusir kegelapan, kedinginan, dan kematian. 

Di angkasa, penerang itu diwakili matahari sebagai pungusir kegelapan dan kedinginan.

Matahari itu pula yang akan mendatangkan kehangatan dan kesuburan serta penerangan.

Demikian pula rembulan sebagai penerangan di malam hari, menyusul penerangan lainnya berupa api lilin, dupa, dan terakhir upacara injak api disebut “ke he”.

Upacara injak api dimaksudkan untuk membakar habis semua hawa jahat, malapetaka, wabah penyakit, sekaligus membersihkan manusia dari segala hawa nafsu keduniawian.

Inilah makna yang terkandung dalam upacara suci Goan Siau, sebagai bukti nyata betapa luasnya fungsi dan peran Tempat Ibadah Tridharma, yang diperkenankan untuk melaksanakan upacara suci tersebut dengan luas cakupannya, yaitu :

1.    Berdasarkan bagian alam :

·         Atas – mencakup alam langit

·         Tengah – mencakup alam bumi

·         Bawah – mencakup alam manusia

2.    Berdasarkan sifat alam :

·         Langit – mencakup makhluk hidup di langit

·         Bumi – mencakup makhluk hidup di bumi

·         Air - mencakup makhluk hidup di air

3.    Berdasarkan kekuasaan alam :

·         Langit – mencakup seluruh dunia

·         Bumi – mencakup suatu Negara

·         Manusia – mencakup suatu kota

Editor: Sigit Sugiharto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved