Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pdt Sumakul: Masyarakat Sulut Jangan Terprovokasi Tetapi Bantu Doakan

"Padahal saat ini di Jakarta sedang berlangsung pertemuan seluruh pemimpin agama yang ada di Indonesia.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO/FERDINAND RANTI
Pdt HWB Sumakul 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-- Penyerangan yang terjadi di salah satu gereja katolik Sleman Jogjakarta mendapat perhatian dari sejumlah tokoh agama yang ada di Sulawesi Utara (Sulut).

Seperti yang dikatakan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt Dr Henny W B Sumakul , kejadian tersebut merupakan suatu perilaku sinis dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

"Padahal saat ini di Jakarta sedang berlangsung pertemuan seluruh pemimpin agama yang ada di Indonesia. Dengan ratusan pemimpin agama bersatu, untuk tetap menjaga dan mengedepankan toleransi tetapi masih ada  yang ingin menghancurkan," katanya.

Ia mengatakan untuk masyarakat Sulawesi Utara smengedepank jangan terprovokasi dengan kejadian tersebut. "Tetapi harus terus mengedepankan semboyan kita yaitu torang samua basudara. Terus tingkatkan persaudaraan dan kerukunan antara umat beragama," sebut Sumakul.

Sementara Vikaris Jenderal Keuskupan Manado Pastor Agustinus Sumaraw,Pr mengatakan kejadian ini sulit untuk di mengerti dan tidak dibenarkan.

"Karena melawan undang-undang dasar dan pancasila. Kita pun sebagai masyarakat harus menyikapi dan bereaksi secara terukur.

Salah satunya melakukan demo untuk menyuarakan tindakan yang sangat mengganggu hak masyarakat untuk beribadah," katanya.

Dikatakannya, hak kebebasan umat beragama seakan tidak ada lagi.

"Dengan bekerja sama dengan pemerintah dan aparat hukum dan wakil rakyat untuk sama-sama menolong mereka untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Tetapi dengan reaksi dan tindakan yang terukur. Misalnya kita bisa melakukan demo untuk menyuarakan tindakan yang sangat mengganggukhak dan kebebasan masyarakat untuk beribadah," katanya.

Sementara Ketua Parisadha Hindu Indonesia (PHDI) Sulut Ir Suryono mengaku perihatin dengan kejadian tersebut. "Negara yang sangat menjunjung nilai pancasila,dengan kebebasan untuk beragama tetapi ada saja yang menghancurkannya. Aparat hukum harus bersikap tegas. Proses hukum harus ditegakkan untuk menjaga NKRI," tegasnya.

Lanjutnya, masyarakat Sulut pun harus tetap waspada. Karena apa yang terjadi diluar tidak mungkin bisa juga terjadi jika tidak ada persatuan dan toleransi," jelasnya.

Sementara Ketua Wali Budha (Walubi) Kota Manado Sufandi Siwi menambahkan perihatin atas terjadinya kejadian tersebut. 

"Masyarakat Sulut kiranya selalu mengedepankan cinta kasih antara sesama mahluk. Apapun yang terjadi kami sebagai tokoh agama tidak menyetujui hal tersebut," katanya.

Ia menbahkan kiranya pun kita masyarakat untuk sama-sama mendoakan dan mendukung pihak kepolisian dan pemerintah agar dapat menyelsaiakan masalah tersebut. Serta mendoakan bagi saudara-saudara yang menjadi korban agar cepat dipulihkan," tandasnya.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved