Kisah Pelayaran Maut Warga Filipina, Tembus Ombak Dengan Pakura Demi Cinta Pada Orangtua

Kisah Danis warga Filipina Sangihe yang nekat mengarungi laut dengan berlayar dari Bitung menuju Davao menggunakan pakura kecil

Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Danis dan Benedecio Pangilawan 

Laporan Wartawan Tribun Manado Arthur Rompis

BITUNG, TRIBUNMANADO.CO.ID - Aksi Danis, warga Filipina Sangihe (Pisang) benar - benar nekat.

Seorang diri, ia berlayar dari Bitung menuju Davao menggunakan perahu pakura kecil berukuran 4 kali 2 meter, di tengah cuaca ekstrem awal Januari lalu.

Perjalanan maut itu ditempuh Danis demi cinta pada orang tua.

"Orang tuanya di Davao sakit lalu meninggal," kata paman Danis, Benedecio Pangilawan.

Pangilawan datang ke Bitung pada 1993 dan sudah menjadi WNI.

Kini bermukim di Kelurahan Aertembaga.

Sewaktu Danis membeber rencana itu, Pangilawan melarang keras.

Menurut Pangilawan, mengarungi lautan di cuaca ekstrem dengan pakura ibarat bunuh diri.

"Namun Danis memaksa, katanya dosa besar jika tak pulang melihat penguburan ayahnya," kata dia.

Dikatakan Pangilawan, ia sudah siap dengan keadaan terburuk jika sekiranya Danis tewas.

Bahkan Pangilawan sudah memikirkan ibadah penguburan Danis.

"Sudah sampai kesitu karena memang sangat tipis kemungkinan hidup," ujar dia.

Suatu hari, dengan tiba tiba Danis muncul.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved