Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tidur 7 Sampai 8 Jam Sehari Memengaruhi Tubuh Kita?

Bila kamu sudah menjaga pola makan dan rutin berolahraga tapi tidak diimbangi dengan istirahat yang cukup setiap malamnya

Editor: Aldi Ponge
puhhha/Thinkstock
Tidur yang cukup baik untuk kesehatan dan dapat mengatasi stres. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bila kamu sudah menjaga pola makan dan rutin berolahraga tapi tidak diimbangi dengan istirahat yang cukup setiap malamnya, maka semua usaha hidup sehat itu bisa sia-sia.

Sebab, lama dan kualitas tidur memegang peran penting pada perkembangan kesehatan tubuh.

Lantas, bagaimana tidur bisa memengaruhi tubuh dan apa saja manfaat tidur cukup untuk kesehatan?

Dilansir dari Healthline, suatu studi ilmiah baru-baru ini menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan terjadinya perubahan yang berarti pada tubuh.

Pasalnya, kurang tidur dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius, di antaranya diabetes, penyakit jantung, obesitas, sleep apnea, hingga kematian dini.

Lama tidur tujuh sampai delapan jam sebenarnya direkomendasikan hanya untuk orang dewasa, termasuk lansia.

Sementara itu, orang dengan usia muda seperti anak-anak dan remaja memiliki jam tidur yang lebih panjang dibandingkan orang dewasa.

Berikut adalah lama tidur yang direkomendasikan sesuai dengan kategori usia:

  • Bayi atau balita: 16-18 jam
  • Anak prasekolah: 11-12 jam
  • Anak SD: 10 jam
  • Remaja: 9-10 jam
  • Dewasa dan lansia: 7-8 jam
  • Daftar manfaat tidur cukup untuk kesehatan

Tidur termasuk dalam aktivitas yang punya segudang manfaat.

Saat kita tidur, otak akan melepaskan hormon dan senyawa yang membantu beberapa proses dalam tubuh, di antaranya:

1. Tidur selama tujuh sampai delapan jam bisa membuat panjang umur

Terlalu banyak atau kurang tidur ternyata dapat dikaitkan dengan harapan hidup seseorang, meskipun hal ini juga bisa dipengaruhi oleh berbagai hal seperti penyakit.

Namun, setidaknya lama dan kualitas tidur cukup berperan dalam memperpanjang umur kita.

Hal ini dibuktikan oleh periset asal Inggris dan Italia yang menganalisis data dari 16 studi terpisah.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 1,3 juta orang dengan melihat kebiasaan tidurnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved