Ini Ancaman Trump soal Status Yerusalem
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam untuk memangkas bantuan keuangan ke negara-negara.
Namun pada Selasa (19/12), melalui sebuah surat, Haley memperingatkan kepada puluhan negara anggota yang mendorong mereka untuk mengetahui bahwa presiden dan AS mengambil suara ini secara pribadi.
"Presiden akan mengamati pemungutan suara ini dengan hati-hati dan meminta saya melaporkan kembali negara-negara mana saja yang memberikan suara untuk menentang kami. Kami akan mencatat setiap pemungutan suara untuk masalah ini," tulis Haley.
"Pengumuman presiden tidak mempengaruhi negosiasi status akhir dengan cara apapun, termasuk batas-batas spesifik kedaulatan Israel di Yerusalem. Presiden juga memastikan untuk mendukung status quo di tempat-tempat suci Yerusalem," tambah Haley.
Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki dan mitranya dari Turki, Mevlut Cavusoglu, menuduh AS melakukan intimidasi.
"Kami melihat bahwa Amerika Serikat, yang ditinggalkan sendiri, sekarang beralih ke ancaman. Tidak ada negara terhormat dan bermartabat yang tunduk pada tekanan ini," kata Cavusoglu dalam sebuah konferensi pers bersama di Ankara pada hari Rabu sebelum melakukan perjalanan ke New York. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/trump_20171208_150101.jpg)