Breaking News:

Tradisi 'Ator Kampung' di Desa Lembean

Beberapa orang memegang daun tawaang, mengisyaratkan, itu prosesi sakral.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Belasan orang berpakaian putih hitam berjalan menyusuri Desa Lembean, Minahasa Utara, Rabu (20/12/2017) pagi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Belasan orang berpakaian putih hitam berjalan menyusuri Desa Lembean, Minahasa Utara, Rabu (20/12/2017) pagi.

Hingar bingar kendaraan truk tronton di sepanjang Jalan Manado - Bitung tak dihiraukan.

Mereka tenggelam dalam sunyi. Tampang khusyuk bibir komat kamit, panjatkan doa untuk desa.

Beberapa orang memegang daun tawaang, mengisyaratkan, itu prosesi sakral.

Belasan orang tersebut adalah peserta ritual Dumiang Umbanua atau ator kampung yang dilaksanakan Desa Lembean, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minut.

Para peserta ritual adalah para tokoh agama, tokoh masyarakat dan budaya.

Ritual dilakukan dengan mengelilingi kampung, mendatangi beberapa titik pasela (batas kampung).

Disana, mereka berdoa, dituntun para tokoh agama.

"Tuhan Yesus, kiranya engkau memberkati kampung ini, jauhkan dari mara bahaya," begitu doa seorang Pendeta di salah satu pasela.

Selesai prosesi, para peserta makan bersama di atas daun pisang, layaknya kebiasaan para tokoh adat zaman dahulu usai melaksanakan hajatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved