Mantan Petinggi Google dan Microsoft Bergabung dengan Grab
Theo Vassilakis ialah tokoh yang berpengalaman selama 16 tahun di bidang engineering dan pernah menduduki posisi penting di Microsoft dan Google.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Grab memperkuat jajaran eksekutifnya dengan merekrut Theo Vassilakis sebagai Chief Technology Officer (CTO). Theo Vassilakis ialah tokoh yang berpengalaman selama 16 tahun di bidang engineering dan pernah menduduki posisi penting di Microsoft dan Google.
Pada tahun 2005 sampai 2012, ia menjabat posisi Engineering Director di Google serta menangani bisnis iklan, mesin pencari, aplikasi, dan infrastruktur.
Pada tahun 2012, ia keluar dari Google untuk mendirikan Metanautix, startup di bidang big data analytics. Metanautix kemudian diakuisisi oleh Microsoft pada Desember 2015. Theo pun melanjutkan pekerjaan di Microsoft, tempatnya ia merintis karier sebagai engineer pada tahun 2001, dengan jabatan Partner, Architect, and Dev Manager Azure.
Hebatnya, Theo adalah seorang pemegang gelar PhD dari Brown University di jurusan Matematika.
“Rekam jejak Theo sebagai pemimpin di bidang engineering, wiraswasta, dan pengajar memberikan nilai tambah untuk tim eksekutif kami. Kami senang karena keahlian Theo yang mendalam di bidang scaling machine learning dan engineering systems akan menyokong platform kami yang setiap hari menghasilkan data 10 terabyte dan terus bertambah,” ujar Anthony Tan (Group CEO dan Co-founder, Grab) dalam rilis pers.
Berkantor di pusat R&D terbesar Grab di Singapura, Theo akan bertanggungjawab menentukan arah bagi divisi teknologi Grab seiring upaya mereka untuk terus mengembangkan platform O2O nomor satu di Asia Tenggara ini.
Penunjukan Theo Vassilakis sebagai CTO merupakan bagian dari sejumlah pengumuman Grab sehubungan dengan ekspansi besar di bidang R&D global.
Investasi Grab pada kemampuan deep learning dan data engineering saat ini telah memungkinkan layanan platform yang dapat mengimbangi pertumbuhannya.
“Sebagai CTO Grab, Theo akan bertanggung jawab atas platform transportasi dan pembayaran Grab, memimpin pertumbuhan layanan-layanan kami, dan mendukung pengembangan lanjut kemampuan kami di bidang machine learning, artificial intelligence, data science, dan infrastructure scaling,” tambah Anthony.
Pada tahun 2017, Grab telah meluncurkan ragam layanan seperti GrabNow yang mendigitalisasi aktivitas memanggil tumpangan; layanan pemesanan bus, GrabShuttle; dan JustGrab, layanan yang menggabungkan berbagai pilihan layanan transportasi untuk membentuk jaringan transportasi on-demand di Singapura dan Asia Tenggara.
Di awal 2017, Grab menggandakan jumlah pusat R&D dari tiga menjadi enam dengan kehadiran pusat R&D baru di Bangalore, India, Ho Chi Minh City, Vietnam, dan Jakarta, Indonesia. Grab akan menyediakan hampir 1.000 lapangan pekerjaan di bidang R&D di enam pusat R&D tersebut pada akhir 2018.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/theo-vassilakis_20171027_230529.jpg)