Breaking News:

Ternyata ini Faktor Kenapa Ada Orang yang Mudah dan Tidak Untuk Dihipnotis

Hipnotis, di tangan yang baik bisa menjadi bermanfaat, bisa membantu mengelola rasa sakit, mengendalikan stres, kecemasan,

Editor: Siti Nurjanah
Wavebreakmedia

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hipnotis, di tangan yang baik bisa menjadi bermanfaat, bisa membantu mengelola rasa sakit, mengendalikan stres, kecemasan, serta fobia.

Namun, beberapa orang justru menggunakan hipnotis untuk sesuatu yang salah.

Anda mungkin harus waspada jika tiba-tiba dicolek orang tidak dikenal saat sedang berjalan sendiri, dikhawatirkan orang tersebut akan menghipnotis lantas merampok.

Namun ternyata tidak semua orang mudah dihipnotis. Ada beberapa orang yang mudah, sementara lainnya tidak. Mengapa?

Hipnotis bekerja dengan cara mengubah aktivitas di daerah otak yang terkait dengan perhatian atau kewaspadaan.

Pada saat dihipnotis, seseorang akan mencapai tingkat fokus atau konsentrasi yang sangat tinggi, sehingga sugesti yang diberikan kepadanya akan lebih mudah diterima.

Dengan begitu, tujuan hipnotis (seperti untuk mengendalikan perilaku atau fobia) bisa lebih mudah tercapai karena otak sangat fokus pada isi sugesti yang diterima.

Tetapi ada beberapa orang yang memang sulit dihipnotis. Menurut dr. David Spiegel, seorang spesialis kesehatan jiwa sekaligus profesor psikiatri dan ilmu perilaku dari Stanford University, ada sekitar 25 persen orang yang tidak mudah dihipnotis.

Spiegel menjelaskan dalam Archives of General Psychiatry bahwa terdapat perbedaan di area otak pada orang-orang yang tidak mudah dihipnotis dengan orang-orang yang mudah dihipnotis.

Pada orang yang tidak mudah dihipnotis, area otak aktif yang terkait dengan kontrol eksekutif dan perhatian cenderung memiliki aktivitas yang lebih sedikit.

Halaman
1234
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved