Longsor Banjir
Longsor-Banjir Kepung Bolmong Raya
Masing-masing di Kecamatan Modayag sejumlah desa terendam 1 orang meninggal dunia kerugian Rp 1,5 miliar.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID ‑ Wilayah Bolmong Raya, (Bolmong, Bolsel, Bolmut, Boltim dan Kotamobagu) merupakan kabupaten di Sulut yang rawan bencana longsor dan banjir.
Hampir setiap tahun bencana melanda daerah-daerah tersebut.
Dari data yang diperoleh Tribun, luasan kawasan rawan bencana terus bertambah.
Dahulu bukan daerah rawan banjir, namun saat ini menjadi langganan banjir tiap tahunnya
Di Boltim misalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boltim mencatat, pada Januari - Oktober 2017 banjir melanda lima kecamatan masing-masing Modayag, Modayag Barat, Tutuyan, Motongkad dan Nuangan.
Banjir tahun ini merendam sedikitnya 790 hektare areal lahan persawahan dan permukiman.
Kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.
Masing-masing di Kecamatan Modayag sejumlah desa terendam 1 orang meninggal dunia kerugian Rp 1,5 miliar.
Kemudian banjir di Kecamatan Tutuyan mengakibatkan kerugian Rp 290 juta.
Dan beberapa kecamatan lainnya, dengan kerugian masing-asing mencapat ratusan juta rupiah
Di Boltim juga mengoleksi daerah rawan longsor seperti di Jalan Togid ‑Dodap ada tiga titik rawan longsor, di Modayag/Mooat ada lima titik, di Tobongon hingga wilayah Kotabunan‑Buyat
"Paling banyak titik longsor terjadi di sepanjang jalan-jalan raya raya," ujar Kepala Badan BPBD Boltim Elvis Siagian, Rabu (18/10).
Sementara itu di Kabupatenm Bolaang Mongondow, banjir dan longsor setiap saat menjadi ancaman serius.
Apalagi saat ini memasuki musim hujan disertai angin keras.
Sepanjang waktu tahun 2017 ini, Bolmong beberapa kali mengalami banjir dan longsor berskala besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tahlis-gallang_20170918_201923.jpg)