Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Duterte

Duterte Pastikan Seluruh Diplomat Uni Eropa Angkat Kaki Dari Negaranya

Dalam pidato pedas yang sarat kata-kata kasar, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menuduh Uni Eropa mencampuri urusan dalam negeri negaranya.

Editor:
Radio VL
Presiden Filipina Rodrigo Duterte 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam pidato pedas yang sarat kata-kata kasar, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menuduh Uni Eropamencampuri urusan dalam negeri negaranya.

Dia mengancam akan mengusir para diplomat Uni Eropa dalam waktu 24 jam.

Presiden Duterte menuduh bahwa Eropa bersekongkol untuk mengeluarkan Filipina dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tapi dia sendiri tidak memberikan bukti-bukti kuat untuk ini.

Sebelumnya, seusai delegasi Barat mengkritik perang terhadap narkoba yang sering di luar proses hukum yang dilancarkan Duterte, karena terjadi banyak eksekusi di luar langkah aparat keamanan.

Seorang juru bicara Uni Eropa kemudian mengatakan bahwa delegasi itu tidak mewakili blok mereka.

Dalam pidatonya, Presiden Duterte mengatakan, "Kami akan disingkirkan dari PBB? Kalian bajingan! Ayo coba saja," demikian BBC melaporkan, Jumat (13/10/2017).

"Kalian mencampuri urusan dalam negeri karena kami miskin. Kalian memberi uang dan kemudian mengatur apa yang harus dilakukan."

Tentang para diplomat Uni Eropa, dia berkata, "Anda harus meninggalkan negeri saya dalam waktu 24 jam, Anda semua."

Dalam pidato itu ia melontarkan juga berbagai makian kasar. Namun dia tidak memberikan bukti untuk mendukung tudingannya bahwa pemerintah Uni Eropa berusaha mendorong Filipina keluar dari PBB.

Menanggapi pernyataan Duterte, juru bicara Uni Eropa mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Kunjungan 'Delegasi Internasional Aliansi Progresif pada 8-9 Oktober lalu bukan merupakan sebuah misi Uni Eropa', sebagaimana yang secara keliru dilaporkan oleh beberapa media."

Dikatakan, delegasi beranggotakan tujuh orang tersebut meliuputi perwakilan dari Swedia, Jerman, Italia, Australia, dan Amerika Serikat.

"Uni Eropa dan Filipina bekerja sama secara konstruktif dan produktif dalam kemitraan yang erat dalam banyak konteks dan wilayah, termasuk, tentu saja, dalam konteks PBB," tambah pernyataan tersebut.

Aliansi Progresif didirikan pada 2013, meliputi berbagai partai dan organisasi dari seluruh dunia.

Ini bukan pertama kalinya Presiden Duterte menyerang Uni Eropa terkait mengkritik mereka atas aksi keras dan brutal pemerintah dalam memberantas jaringan obat-obatan terlarang.

Tahun lalu, dia melancarkan serangan yang sarat dengan makian terhadap blok tersebut, dengan mengatakan bahwa bekas penguasa kolonial yang munafik seperti Prancis dan Inggris mencoba menebus dosa mereka sendiri.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved