Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Aditya Moha Suap Ketua Pengadilan Tinggi Manado demi Ibunya

Demi ibunya Marlina Moha Siahaan, Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar, Aditya Anugrah Moha.

Editor: Lodie_Tombeg
FACEBOOK ADITYA MOHA
Aditya Anugerah Moha 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Demi ibunya Marlina Moha Siahaan, Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar, Aditya Anugrah Moha menyatakan nekat menyuap Ketua Pengadilan Tinggi Manado.

Ibu Aditya, merupakan mantan Bupati Bolaang Mongondow yang menjadi terdakwa dalam kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa sebesar Rp 1,25 miliar.

Untuk memengaruhi putusan perkara yang menjerat ibunya, Aditya diduga menyuap Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono.

"Prinsip utama yang telah saya sampaikan bahwa ini saya lakukan semata-mata demi nama seorang ibu," kata Aditya, usai menjalani pemeriksaan di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Nama Aditya tidak ada dalam jadwal pemeriksaan KPK. Namun, Aditya mengaku bahwa pemeriksaan dirinya hari ini hanya terkait pemeriksaan saksi.

Ia tidak membantah atau membenarkan kabar bahwa pemeriksaan dirinya terkait pengambilan sampel suara.

"Itu nanti penyidik," ujar Aditya.

Menurut Aditya, ia menggunakan cara semaksimal mungkin demi ibunya yang menjadi terdakwa kasus korupsi. Namun, diakuinya cara itu belum tepat.

Aditya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyakarat Indonesia secara umum, lebih khusus masyarakat Sulawesi Utara.

"Secara pribadi tentu saya harus menyatakan secara ini saya menyesal harus terjadi," ujar Aditya.

Ia memastikan bahwa uang suap 64.000 dollar Singapura untuk memengaruhi putusan banding kasus ibunya itu uang pribadi.

"Ya, uang saya," ujar dia.

Aditya Moha diduga menyuap Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado, Sulawesi Utara, Sudiwardono. Suap 64.000 dollar Singapura diberikan untuk memengaruhi putusan banding terhadap terdakwa Marlina Moha Siahaan.

Marlina menjabat sebagai Bupati Boolang Mongondow dua periode, 2001-2006 dan 2006-2011. Dia sudah divonis 5 tahun penjara di Pengadilan Negeri Manado. Atas vonis itu, Marlina mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Manado.

Setelah melakukan operasi penangkapan dan pemeriksaan, KPK telah menetapkan Aditya Moha dan Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono sebagai tersangka.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved