Antisipasi Penyalahgunaan Obat Keras, BNN Bitung Razia Apotek

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bitung melakukan razia obat keras dan psikotropika di sejumlah apotek dan rumah obat, pada Jumat (29/9/2017).

Antisipasi Penyalahgunaan Obat Keras, BNN Bitung Razia Apotek
Screenshot
BNN Kota Bitung memeriksa sejumlah apotek di Bitung, pada Jumat (29/9/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Arthur Rompis

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bitung melakukan razia obat keras dan psikotropika di sejumlah apotek dan rumah obat, pada Jumat (29/9/2017).

Hasilnya, ditemukan sejumlah obat keras yang rentan disalahgunakan. "Ada di beberapa apotek," kata Kepala BNN Kota Bitung, Tommy Sumampouw.

Meski demikian, obat-obat tersebut digunakan secara legal. Tak ditemui penjualan tanpa resep dokter. "Tidak ada yang ilegal," ujar dia.

Menurut Tommy, razia berlangsung di lima apotek serta tiga toko obat. Dalam razia, pihak BNN didampingi Dinas Kesehatan Bitung,  Kepolisian, TNI, serta Sat Pol PP.

Dikatakan Tommy, razia dilakukan untuk menindaklanjuti maraknya obat PCC di sejumlah daerah.
"Ini bentuk antisipasi kita terhadap beredarnya obat terlarang maupun penyalahgunaan obat psikotropika, sebagai kota pelabuhan Bitung rawan penyelundupan narkotika," kata dia.

Tommy mengungkap, beberapa waktu lalu pihaknya beroleh informasi adanya sebuah apotek "nakal".

Rupanya kabar jatuhnya korban PCC membuat apotek tersebut langsung menghentkan aktivitas "nakalnya".
Tommy menegaskan, apotek nakal bakal mendapat sanksi keras.

"Apotek ditutup, sedang apotekernya mendapat sanksi pidana," ujar dia.

Dia berharap razia akan memberikan efek jera bagi apotek nakal serta pihak - pihak yang menyalahgunakan obat psikotropika.

Razia Kontainer

Tommy juga berjanji mengelar razia narkotika di kontainer pelabuhan. Narkotika rawan diselundupkan lewat kontainer dikarenakan tak ada instansi yang berwenang memeriksa kontainer. "Kita siap razia," kata dia.

Dikatakan Tommy, memang aturan menyebut kontainer tak bisa diperiksa. Namun dalam keadaan khusus,
pihaknya bisa menggelar operasi bersama instansi lain. "Kita bisa razia," kata dia.

Tommy menyebut pelabuhan Bitung jadi perhatian pihaknya.  Pihaknya menempatkan aparat berjaga di pintu masuk pelabuhan.

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved