Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Citizen Journalism: Herson Mayulu, Mutiara Dari Selatan

PEMILIHAN legislatif (Pileg) memang masih panjang, sekiranya hajatan itu baru akan dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang.

Editor: Andrew_Pattymahu
FELIX TENDEKEN
Herson Mayulu 

Oleh : Jein Djauhari

Mahasiswa pada Program Magister Hukum Unibersitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta

PEMILIHAN  legislatif (Pileg) memang masih panjang, sekiranya hajatan itu baru akan dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang.

Pandangan ini tidak bagi para politisi, proses demokrasi itu telah dimulai, hal ini terlihat hampir diseluruh daerah bermunculan figur-figur baik yang masih malu-malu atau secara terang-terangan bersaing untuk mendulang suara mendongkrak kekuatan mereka menuju kursi kehormatan.

Di Sulawesi Utara (Sulut) khususnya, hampir sudah dapat dipastikan siapa-siapa figur yang yang telah mempersiapkan diri menuju kursi pertarungan pileg nanti.

Namun ada yang berbeda kali ini, menurut saya ini sesuatu yang terasa sangat istimewah. Saya kira kita semua pasti sudah mengetahui dan tidak akan kaget jika mendengar tentang fakta itu.

Tulisan saya kali ini kering akan pengetahuan hukum, sebab saya tidak sedang membahas masalah atau isu-isu tentang hukum.

Tapi pada tulisan ini, saya mengungkapkan penilaian saya, dan juga mengulas tentang fakta-fakta yang menarik dan istimewah menurut saya.

Iya, fakta tentang “mutiara” dari selatan, mutiara itu telah lama ada. Tetapi memang baru saja menampakan dirinya, justru itu yang membuatnya mahal. Meskipun baru, namun sebenarnya mutiara itu telah lama bersinar memacarkan kilauan yang mencerahkan di wilayah selatan. Orang itu tidak lain adalah H. Herson Mayulu (H2M) Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Saya menyebutnya istimewah karena sejauh ini dalam amatan saya beliau adalah figur yang terbaik. Saya tidak begitu dekat dengan beliau, begitu pun sebaliknya, kenal pun ia terhadap saya mungkin saja tidak. Tapi, saya sangat mengenali dan mengaggumi beliau dan kepemimpinan beliau. Tidak hanya saya, bahkan jika mesti disurvei, kesaksian atas ungkapan kekaguguman dan kecintaan masyarakat mengalir begitu deras terhadap sosok yang religius ini.

Bupati dua periode itu, telah menorehkan segudang prestasi untuk pembangunan dan kemajuan Bolaang Mongondow Selatan. Tentunya hal itu ditunjang oleh pengalaman dan pengamalannya tentang seorang politisi yang bijak, bersih, religius dan memiliki naluri pembaharu. Salah satu diantara prestasi-prestasi itu ialah raihan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah menjadikan Bolsel sebagai daerah terbaik se-BMR dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Dengan prestasi itu, saya kira tidak ada keraguan lagi untuk memberi kepercayaan kepadanya membawa segenap aspirasi, menyambung lidah rakyat Sulut khususnya Bolaang Mongondow Raya (BMR) ke-Senayan. Dengan anugerah prestasi yang beragam itu, dapat diyakini sosok yang akrap disapa “Om Oku” itu mampu membawa harapan baru bagi BMR dengan pengalaman kesuksesannya pada masa-masa emasnya.

Mesti diakui, kali ini mungkin menjadi sebuah pengalaman baru baginya untuk bersaing merebut kursi di DPR RI untuk Sulut, tapi kita meyakini dengan usaha dan kerja keras harapan itu akan diembannya. Meskipun ada segelintir orang atau netizen berupaya menjatuhkan karena di anggap menghambat atau mematikan perjalanan karir berkedok kepentingan rakyat.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved