Ini Penyebab Warga Buyat Mitra, Akhirnya Pindah ke Desa Trans Patoa Bolsel

Untuk bertahan hidup di Desa Trans Patoa, mereka harus meminjam tanah milik warga Duminanga untuk bercocok tanam.

TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
DESA TRANS PATOA - Inilah Desa Trans Patoa, Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Jumat (8/9). 

Untuk bertahan hidup di Desa Trans Patoa, mereka harus meminjam tanah milik warga Duminanga untuk bercocok tanam.

"Apa saja kita tanam, aturannya hasil dibagi dua," kata dia.

Derita sebagai pengungsi benar‑benar mereka rasakan. Bagaimana tidak, selama menjadi pengungsi mereka jarang menikmati enaknya beras.

"Waktu itu tanaman tanah seperti umbi‑umbian jadi makanan pokok kami," kata dia.

Meski mengaku kesulitan, pertama datang ke Desa Trans Patoa, mereka tak berpikir lagi kembali ke Buyat, melainkan terus berusaha agar bangkit dari keterpurukan tersebut.

Apalagi kata dia, mereka dulu pernah disebut membawa penyakit berjangkit yang membuat mereka seperti diisolasikan. Sehingga beberapa desa terdekat di Buyat menolak kehadiran mereka.

"Dulu ada yang sakit dan benjol‑benjol di tubuhnya, tapi seiring berjalannya waktu tidak ada lagi yang sakit seperti itu," kata dia.

Arnas Mohi (35) warga eks Buyat, mengatakan keadaan yang dulu dan sekarang sudah berubah.

"Karena mengonsumsi air bersih dan makanan bersih semua sudah sehat," jelasnya.

Di Desa Trans Patoa mereka telah memiliki kehidupan yang baru dimana pertanian dan kelautan menjadi sumber penghasilan mereka.

Halaman
123
Penulis:
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved