Menyedihkan,Penuh Coretan,Begini Kondisi Situs 'Romeo Juliet' Jawa
sebuah situs penting bersejarah panjang kini dalam kondisi sangat mengenaskan, tak terawat dan penuh coretan
"Tapi ya tidak semuanya begitu. Orang datang, berziarah, memiliki tujuan dan cara beda-beda untuk mewujudkan harapan-harapannya. Memang, ada juga yang datang laki perempuan, bukan dengan pasangannya. Mereka suka saya nasehatin," imbuhnya.
Sesudah ayah Pak Muhayat, yaitu Imam Saberi, meninggal, perlakuan terhadap situs Mendut itu surut drastis.
"Tidak ada yang meneruskan. Apalagi tokoh mudanya menentang dilanggengkannya situs ini," kata Pak Pujo, warga Prangwedanan, Banguntapan.
Mengunjungi dan melihat dari dekat makam Roro Mendut-Pronocitro ini serasa melintasi lorong waktu, membayangkan peristiwa beratus tahun lalu, seperti yang secara cantik dideskripsikan Romo Mangun lewat novel berjudul sama, Roro Mendut.
Tidak mudah memastikan bahwa di titik itulah Mendut-Pronocitro dikubur di satu liang oleh Wiroguno.
Tak ada penanda apapun di makam itu, termasuk catatan sejarah tertulisnya yang akurat tidak ada.
Kisah ini tersambung turun temurun, menyisakan drama melankolik berbumbu sensualitas.
Berakhir pertumpahan darah dan matinya sang protagonis, Roro Mendut, di ujung keris Tumenggung Wiroguno.(xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/roro-mendut_20170828_161125.jpg)