Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Menyedihkan,Penuh Coretan,Begini Kondisi Situs 'Romeo Juliet' Jawa

sebuah situs penting bersejarah panjang kini dalam kondisi sangat mengenaskan, tak terawat dan penuh coretan

Editor:
TRIBUNJOGJA.com | SETYA KRISNA SUMARGO
Kondisi situs Roro Mendut yang berada di antara semak belukar. Insert : Foto ilustrasi dalam buku berjudul Rara Mendut 

Rupanya perburuan ke situs Mendut-Pronocitro sempat nyasar sedikit sesudah belok kanan di Jalan Wonosari Km 10.

Saat ini, jalan masuk ke makam ini nyaris tak berbekas, kecuali dari arah timur bon suwung.

Dari tepi jalan Dusun Gandu arah Prangwedanan, bon suwung dan situs makam ini ada di sebelah kiri.

Terletak di tengah satu-satunya kebun yang dipadati aneka pepohonan tinggi.

Pak Sari Budi Mulyono (61), warga Gandu, menceritakan, kondisi situs makam dan kebun yang tak diurus itu terjadi sejak sekitar 5 tahun lalu. Sebelumnya, area di sekitar makam masih cukup bersih, dan masih ada dua pohon raksasa yang menaungi cungkup.

Meski menyurut, peziarah masih datang dan pergi di hari tertentu.

Terutama Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. "Saya dulu sering ngantar pengunjung, karena saya ngojek di ujung jalan sana," kata Pak Sari menunjuk arah tepi Jalan Wonosari, atau gerbang menuju dusun itu.

Di samping dan depan cungkup kala itu masih ada teras, yang bisa menaungi pengunjung yang berziarah. "Tapi kemudian dihancurkan," kenang Pak Sari mengingat peristiwa beberapa tahun lalu.

Situs ini sesudah era reformasi, mengalami kemunduran dan juga menimbulkan kerisauan sejumlah tokoh setempat.

Dinilai jadi pusat kemusyrikan, dicurigai jadi lokasi kemaksiatan, dan tudingan-tudingan miring lain, akhirnya ada upaya sistematis untuk "memusnahkan" situs ini. Caranya, ditelantarkan dan dilarang untuk jadi tujuan ziarah massal.

Cerita Mendut-Pronocitro dan Wiroguno bagi kalangan tua di Gandu dan sekitarnya masih kuat menancap.

Umumnya, kalangan tua menyebut bukan Roro Mendut tapi Mbok Mendut.

Pak Muhayat (86), sesepuh Dusun Gandu, mengaku tahu cerita Mendut, tapi enggan membeber.

"Sudah banyak ditulis di buku-buku," kata Pak Muh, sapaan akrab salah seorang putra mantan juru kunci atau tetua Gandu yang dulu merawat situs ini.

Ia pun mengaku tahu dan paham praktik seks di situs Mendut, seperti yang pernah semarak di Gunung Kemukus, Sragen.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved