Rabu, 3 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Delapan Bidang Tanah Waduk Kuwil Belum Terbayar

Megaproyek bendungan atau waduk Kuwil terus digenjot pemerintah. Di lokasi proyek di antara Desa Kuwil dan Desa Kawangkoan.

Tayang:
Penulis: Handhika Dawangi | Editor: Lodie_Tombeg
tribun manado
Aktivitas di lokasi proyek waduk Kuwil, Kabupaten Minahasa Utara, Selasa (22/8/2017). 

Kata Paulus, pada tahap dua pembangunan waduk menyentuh sekitar 52 hektare lahan di Kuwil. Namun meski ada lima desa yang lahannya masuk lokasi proyek, kata Paulus, pusat waduk ada di Kawangkoan.

"Inti waduk itu ada di Kawangkoan. Yang lain mungkin hanya semacam pagar begitu," ujar dia.
Paulus menjelaskan, saat ini masih dalam proses pembuatan terowongan. Yang sudah selesai kata dia baru kantor waduk.

Hanya nama

Namanya waduk Kuwil bukan berarti lokasinya di Desa Kuwil. "Dari total 600 hektare lahan Desa Kuwil, tidak ada yang digunakan untuk pembangunan waduk tersebut baik di permukiman maupun perkebunan warga," ujar Kumtua Desa Kuwil Henkie Runtuwene kepada Tribun Manado, Selasa siang.

Lanjut Henkie, padahal pada awal survei untuk pembangunan waduk tersebut dia yang menemani tim dari pemerintah pusat. "Saya ajak berkeliling Desa Waduk Kuwil. Melihat-lihat lokasi," ujar dia.
Pada 2015, kata Henkie, tim dari pemerintah pusat mengatakan akan menggunakan sekitar 20 hektare lahan di Kuwil. Namun hingga Agustus 2017 tidak ada penyampaian ataupun penjelasan lagi.

"Warga Desa Kuwil hanya dimintai tanda tangan untuk penggunaan nama waduk Kuwil. Ada sekitar 200 lebih warga dari total 325 yang tanda tangan. Mengambil nama Kuwil, karena katanya pembangunan waduk dampaknya ke desa kami yang berada di bawah waduk," ujar dia.
Kata Henkie, warga Kuwil tentu terbuka jika ada lahannya yang akan digunakan untuk pembangunan proyek nasional.

"Kalau masalah lahan. Pokok dari kontraktor proyek, kalau harga bagus pasti warga setuju," ujar dia.
Henkie kemudian mengeluhkan dampak dari pembangunan waduk tersebut. Kalau hujan jalan satu-satunya dari Desa Kuwil ke pusat Kabupaten Minut basah dan berlumpur sehingga licin untuk dilewati. "Kalau tidak hujan, sangat berdebu," ujar dia. *

STORY HIGHLIGHTS
* Mereduksi debit banjir Q40 th sebesar 282,18 m3 per detik
* Penyediaan air baku untuk Kota Manado, Minut, dan Bitung dengan debit 4,50 m3 per detik
* Penyediaan pasokan energi listrik (PLTM) dengan kapasitas sebesar 2 x 0,7 MW
* Pengembangan pariwisata

TAHAPAN PROYEK
* Paket I konstruksi PT Wika-DMT KSO dengan sumber dana APBN tahun 2016-2020 Rp 783.264.000.000
* Paket II Konstruksi PT Nindya Karya dengan sumber APBN tahun 2016-2020 Rp 640.341.000.000 dan 1.460 hari kalender

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved