Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Alkitab Melayu Manado Memperkaya Alkitab Bahasa Daerah

Pada masa kolonial, Sulawesi Utara didatangi orang asing antara lain misionaris, pedagang, dan pelaut yang membawa Bahasa Melayu Manado

Penulis: Alexander_Pattyranie | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO/ALEXANDER PATTYRANIE
Peserta Focus Group Discussion (FGD) dengan tema, ''Apakah Melayu Manado Merupakan Bahasa Ibu?'' di Kantor Tribun Manado, Jalan AA Maramis, Kairagi, Mapanget Manado, pada Senin (14/8/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Pada masa kolonial, Sulawesi Utara didatangi orang asing antara lain misionaris, pedagang, dan pelaut yang membawa Bahasa Melayu Manado

SAAT Focus Group Discussion (FGD) bertemakan, 'Apakah Melayu Manado Merupakan Bahasa Ibu?', di Kantor Tribun Manado, Jalan AA Maramis Kairagi, Mapanget, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Senin (14/8), Penerjemah, Penyuluh, dan Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Balai Bahasa Sulut Marike Onsu menegaskan bahwa Melayu Manado adalah dialek dari Melayu Riau.

Sementara, Melayu Riau adalah akar dari bahasa Indonesia. "Namun, Melayu Manado saat ini sudah menjadi lingua franca dan bahasa ibu bagi sebagian besar masyarakat Sulut. Banyak generasi muda yang sudah tidak bisa menggunakan bahasa daerahnya dan sehari‑hari berbicara dengan dialek Melayu Manado," kata Marike.

Melayu Manado masuk ke daerah Minahasa sejak masa penjajahan Portugis dan Spanyol.

Melayu Manado bersumber dari Maluku yang memasuki Manado melalui Ternate bersama para pelaut dan pedagang.

Pada 1675 Pendeta Montanus dan pada 1677 Pendeta Peregrinus mengunjungi jemaat Kristen di Maluku dan Minahasa. "Mereka berkhotbah menggunakan bahasa Melayu," kata dia.

Di Minahasa, lanjut dia, digunakan dua jenis ragam bahasa Melayu antara lain Melayu Pasar dan Melayu Zending. Melayu Pasar berasal dari Maluku, dipakai orang Eropa, Borgo, pemuka masyarakat, dan penduduk asli.

Sedangkan Melayu Zending lebih bercorak Melayu Batavia, dipakai penginjil untuk menyebarkan agama Kristen, menerjemahkan Alkitab, dan bahasa pengantar di sekolah.

Menurutnya, Melayu Manado memiliki struktur yang sama dengan

bahasa Melayu, Melayu Manado adalah dialek atau variasi bahasa Melayu Riau, Minangkabau, Betawi, Ambon, Papua, Makassar, dan lainnya sehingga Melayu Manado merupakan dialek Bahasa Indonesia.

Sebagai acuan, kata Marike, Balai Bahasa Sulut pada 2018 mendatang bakal menerbitkan Kamus Bahasa Manado berstandar Badan Bahasa seperti KBBI.

Sementara, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) telah menerbitkan Alkitab lengkap sebanyak 33 bahasa dari Sumatera sampai Papua.

Khusus untuk Sulut, terdapat Alkitab lengkap dalam bahasa Sangir dan Siau, serta Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Manado dan Bahasa Tagulandang.

Ada juga Kabar Baik Bergambar Bahasa Totemboan untuk anak‑anak.

Terkait Alkitab Perjanjian Baru (PB) Bahasa Manado yang mendapat banyak kritikan, menurut Kepala Perwakilan LAI Manado Ansye Titaheluw, Bahasa Manado terus berkembang. "Jadi proses revisi untuk Alkitab bahasa daerah itu ada," kata dia.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved