Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dari Bulan Sapa Dunia

Pakaian antariksa tak sekadar baju astronout yang mereka kenakan saat 'berjalan-jalan' di angkasa.

Penulis: | Editor:
NASA.gov
Astronout 

Bagian lengan atas dibuat sedemikian rupa sehingga bisa tersambung dengan bagian sarung tangan.

Helm berlapisa emas transparan di kaca depan memantulkan 60 persen cahaya Matahari agar helm tetap dingin dan mata tidak merasa silau.

Helm dirancang untuk melindungi kepala astronot sambil tetap membiarkannya melihat sebanyak mungkin.

Kendati kelihatannya ribet, namun pakaian antariksa sangat fleksibel. Pakaian ini terbuat dari beberapa lapisan.

Setiap lapisan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Yang pasti, baju ini menjaga kondisi oksigen di dalam ruang angkasa.

Pakaian ini memiliki sistem pendingan dan ventilasi. Bak baju tabung yang dijahit ketat menutupi seluruh tubuh kecuali kepala, tangan, dan kaki.

Air mengalir melalui tabung ini untuk menjaga agar astronot tetap dingin saat berada di angkasa.
Nah, para astonout juga membawa 'ransel' berbentuk kotak.

Inilah penunjang hidup yang dapat dibawa-bawa. Namamnya Portable Life Support Subsystem (PLSS).

Alat ini mengedarkan udara untuk bernapas, dan air pendingin, menyingkirkan peluh dan karbon dioksida

Kotak ini juga menghilangkan karbon dioksida yang dikeluarkan oleh astronot. Ransel ini sumber daya listrik untuk jas tersebut.

Kipas angin menggerakkan oksigen melalui sistem PLSS, dan sebuah tangki air menampung air pendingin yang mengalir melalui Liquid Cooling and Ventilation Garment.

Di bagian belakang juga menempel alat bantu keselamatan. Simplified Aid for Extravehicular Activity Rescue atau SAFER.

SAFER memiliki beberapa jet pendorong kecil. Jika seorang astronout terpisah dari stasiun luar angkasa, dia bisa menggunakan SAFER untuk kembali. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved