Dari Bulan Sapa Dunia
Pakaian antariksa tak sekadar baju astronout yang mereka kenakan saat 'berjalan-jalan' di angkasa.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dari jarak 240 ribu mil atau 386 ribu kilometer, Neil Armstrong mengucapkan kalimat yang kemudian melegenda.
"That's one small step for man, one giant leap for mankind," dia ucapkan saat menginjakkan kaki di bulan.
"Sebuah langkah kecil manusia, satu langkah besar bagi kemanusiaan."
Tanggal 20 Juni, 48 tahun lalu, Neil Armstrong menjadi orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan. Dan, kemudian, proyek-proyek perjalanan ke luar angkasa pun terus berlanjut.
Bukan hanya pemerintah, perusahaan-perusaahaan pun kini bermimpi membawa warga sipil berwisata ke luar angkasa.
Nah, satu hal yang juga berkembang adalah pakaian antariksa. Pakaian antariksa tak sekadar baju astronout yang mereka kenakan saat 'berjalan-jalan' di angkasa.
Mengutip dari situs NASA, nama resmi pakaian itu Extravehicular Mobility Unit atau EMU. Pakaian yang dikenakan ini harus melindungi astronout saat berada di luar angkasa.
Mengapa astronout membutuhkan pakaian antariksa?
Astronout harus siap menghadapi berbagai keadaan suhu ekstrem. Masih dalam orbit bumi, kondisinya bisa sedingin minus 250 derajat Fahrenheit atau sekitar 121,1 derajat Celcius.
Di bawah sinar matahari, panasnya bisa mencapai 250 derajat Fahrenheit. Jadi, pakaian antariksa harus mampu melindungi astronout dalam kondisi suhu ekstrem.
Selain itu, pakaian antariksa berfungsi sebagai pemasok oksigen bagi astronout dalam ruang hampa udara. Termasuk juga untuk menyuplai kebutuhan cairan bagi tubuh.
Pakaian ini juga melindungi astronout dari debu luar angkasa. Lha cuma debu?
Tunggu dulu, debu kedengarannya hal sepel, tapi di ruang angkasa, benda kecil bergerak berkali-kali lebih cepat dari peluru.
Pakaian antariksa ini melindungi astronout dari radiasi di angkasa. Setelan ini juga memiliki pelindung mata untuk melindungi mata astronout dari sinar.
Apa saja bagian-bagiannya?
Pakaian yang beratnya bisa mencapai 130 kg di bumi ini terdiri dari banyak bagian.
Torso bagian atas yang sangat keras berguna untuk melindungi dada astronout.
Ada juga Torso bagian bawah untuk melindungi dari telapak hingga kaki para astronout.
Bagian lengan atas dibuat sedemikian rupa sehingga bisa tersambung dengan bagian sarung tangan.
Helm berlapisa emas transparan di kaca depan memantulkan 60 persen cahaya Matahari agar helm tetap dingin dan mata tidak merasa silau.
Helm dirancang untuk melindungi kepala astronot sambil tetap membiarkannya melihat sebanyak mungkin.
Kendati kelihatannya ribet, namun pakaian antariksa sangat fleksibel. Pakaian ini terbuat dari beberapa lapisan.
Setiap lapisan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Yang pasti, baju ini menjaga kondisi oksigen di dalam ruang angkasa.
Pakaian ini memiliki sistem pendingan dan ventilasi. Bak baju tabung yang dijahit ketat menutupi seluruh tubuh kecuali kepala, tangan, dan kaki.
Air mengalir melalui tabung ini untuk menjaga agar astronot tetap dingin saat berada di angkasa.
Nah, para astonout juga membawa 'ransel' berbentuk kotak.
Inilah penunjang hidup yang dapat dibawa-bawa. Namamnya Portable Life Support Subsystem (PLSS).
Alat ini mengedarkan udara untuk bernapas, dan air pendingin, menyingkirkan peluh dan karbon dioksida
Kotak ini juga menghilangkan karbon dioksida yang dikeluarkan oleh astronot. Ransel ini sumber daya listrik untuk jas tersebut.
Kipas angin menggerakkan oksigen melalui sistem PLSS, dan sebuah tangki air menampung air pendingin yang mengalir melalui Liquid Cooling and Ventilation Garment.
Di bagian belakang juga menempel alat bantu keselamatan. Simplified Aid for Extravehicular Activity Rescue atau SAFER.
SAFER memiliki beberapa jet pendorong kecil. Jika seorang astronout terpisah dari stasiun luar angkasa, dia bisa menggunakan SAFER untuk kembali. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/nasa_20170720_212521.jpg)