Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

KPK Sambangi Unima, Ada Apa?

Ratusan mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima) diberikan materi soal anti korupsi oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Auditorium UNI

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Andrew_Pattymahu
ALPEN MARTINUS

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO,CO.ID, TONDANO- Ratusan mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima) diberikan materi soal anti korupsi oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Auditorium UNIMA, Rabu (12/7).

Materi tersebut merupakan satu di antaranya beberapa materi yang diberikan kepada mahasiswa UNIMA sebelum dilepas ke masyarakat untuk melaksanakan KKN.

Pembekalan kali ini bertema pencegahan pungli dan korupsi dan disampaikan oleh Nanang Farid Syam spesialis kerjasama KPK RI yang didampingi oleh Prof Julyeta Runtuwene Rektor Unima. Pembekalan tersebut juga nampak dihadiri seluruh pembantu rektor dan para dekan.

Selain pembekalan juga dilakukan prosesi pelepasan mahasiswa KKN, dilanjutkan dengan deklarasi empat pilar kebangsaan, dan penandatanganan pakta integritas pencegahan dan pencegahan korupsi dan pungli.

Farid pada kesempatan tersebut menyampaikan secara gamblang apa itu korupsi dan penyebabnya, serta solusi agar tidak melakukan tindakan korupsi.

"Saya mengpresiasi kampus Unima yang melakukan pakta integritas untuk perubahan, sebab niat baik akan membuahkan perubahan, dan tanpa itu apa 
yang dilakukan KPK tidak ada artinya," jelas dia.

Ia menjelaskan bahwa kehadirannya juga untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa KKN soal pencegahan pungli dan korupsi."Saya diminta untuk memberikan pembekalan pada penutupan pembekalan sekaligus pelepasan mahasiswa KKN, dan ini yang terbesar yang saya pernah ikuti," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa adalah calon pemimpin."Intinya adalah mereka harus mulai jujur dari diri sendiri, jangan jadi seperti beberapa pejabat saat ini, mungkin saat mahasiswa seperti apa," ujarnya.

Ia meminta agar mahasiswa jangan jadi sama seperti pejabat korup."Jadilah mahasiswa yang berintegritas dan jujur, kalau ada kampus seperti ini berinisiatif baik pasti kita dukung," jelasnya.

Ia memberikan contoh mahasiswa yang korupsi di antaranya nyontek, plagiat, titip absen, terlambat, gratifikasi ke dosen, dan beberapa lainnya.

Sementara itu, Prof Julyeta Runtuwene menjelaskan bahwa materi tersebut sengaja dipilih untuk disampaikan kepada mahasiswa sebagai bentuk upaya pencegahan korupsi.

"Sebab visi kita bagaimana membentuk sumberdaya manusia berkualitas dan berdaya saing," jelas dia.

Ia menjelaskan, bahwa adanya Saber Pungli serta materi tentang pencegahan pungli dan korupsi merupakan tekad bersama Unima agar tidak ada pungutan liar.

"Ini juga merupakan bentuk kesadaran semua lini untuk pencegahan pungli dan korupsi, sebab sudah merupakan tugas kita semua termasuk mahasiswa, dan haria dimulai dari diri sendiri," ujarnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved