Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jangan Tangkap Ikan di Teluk Manado, Ini Penyebabnya

Ribuan sampah plastik yang setiap hari cemari laut di sepanjang Pantai Manado, ternyata bukan satu-satunya persoalan tentang limbah.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Andrew_Pattymahu
FOTOGRAFER TRIBUN MANADO/ANDREAS GERALD RUAUW
'Lautan' Sampah di pesisir Teluk Manado 

Ia menduga kuat saat ini Teluk Manado sudah tercemar berbagai limbah. Hasil penelitian menunjukkan bakteri E.coli sudah mencemari laut sejak 2014.

"Yang juga berbahaya adalah logam berat. beberapa kali saat saya berada di laut, saya temukan tumpahan oli, minyak yang diduga dibuang dari bengkel-bengkel kendaraan.

Diduga kuat ada yang membuang langsung ke laut. Ini sangat berbahaya bagi laut kita, apalagi perairan Teluk Manado tak aktif dan limbah yang memiliki masa bisa menetap dan mengendap di Teluk Manado," ujarnya

Menurutnya, persoalan sampah klinis dari rumah sakit dan limbah dari berbagai sumber lainnya merupakan persoalan klasik di kota ini.

Oleh karena itu ia mengimbau pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk mulai benar-benar serius menangangani sampah dan limbah apapun yang mencemari daratan dan laut Manado.

Sudah saatnya pemerintah-- dalam pembangunan Kota Manado, menempatkan persoalan lingkungan sebagai isu besar dan penting demi keberlangsungan kehidupan di Kota Manado yang berkualitas dan berkelanjutan.

"Pemerintah kota beruntung karena hingga saat ini belum ada masyarakat yang protes dan menggunakan hak hukumnya menggugat soal ini.

Selama ini--dan hingga saat ini-- penanganan sampah hanya seremonial belaka. Ada acara baru muncul ramai-ramai, beli kaos ramai-ramai, lalu selesai.

Saat pemerintah menangani persoalan ini dari sumbernya dengan serius dan berkelanjutan, baru kita bisa menuju clean and smart city.

Sudah Steril

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Prof Kandou Malalayang, dr Maxi Rondonuwu menyatakan
limbah cair rumah sakit tidak dibuang langsung ke laut tapi diproses terlebih dahulu lalu dibuang melalui saluran air ke laut.

Limbah yang dibuang tersebut sudah disterilkan terlebih dulu melalui Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) milik rumah sakit.

"Memang saluran air ini akan berakhir di laut, tapi limbah kami sudah steril dan tidak berbahaya lagi," ujar Maxi, Minggu (9/7) sore.

Bahkan Maxi mengaku saat ini RSUP Prof. Kandou Malalayang memiliki dua IPAL yang masih dalam keadaan berfungsi.

"Semua IPAL kami masih dalam keadaan berfungsi, dan setiap bulannya selalu di cek langsung oleh Badan Lingkungan Hidup Sulut," ujarnya. (nie)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved