Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jangan Tangkap Ikan di Teluk Manado, Ini Penyebabnya

Ribuan sampah plastik yang setiap hari cemari laut di sepanjang Pantai Manado, ternyata bukan satu-satunya persoalan tentang limbah.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Andrew_Pattymahu
FOTOGRAFER TRIBUN MANADO/ANDREAS GERALD RUAUW
'Lautan' Sampah di pesisir Teluk Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Ribuan sampah plastik yang setiap hari cemari laut di sepanjang Pantai Manado, ternyata bukan satu-satunya persoalan tentang limbah.

Ternyata saat ini perairan Manado sudah tercemar berbagai limbah, di antaranya limbah rumah sakit, bakteri Escherichia coli (E.coli), dan logam berat dari sisa-sisa oli bekas.

Hal ini diungkapkan Dr Ir Rignolda Djamaluddin Msc saat dihubungi Tribun Manado, Minggu (9/7). Menurutnya pemerintah tak terlalu serius menyikapi persoalan limbah berbahaya yang sudah 'mengendap' di Teluk Manado.

"Ini persoalan lama dan terus berulang. Beberapa kali nelayan menjaring ikan dan menemukan botol-botol bekas infus dijaring mereka," ujarnya.

Selain limbah padat yang diproduksi dari rumah sakit, ada limbah cair yang sangat berbahaya.

"Limbah ini perlu penanganan khusus dan serius! Di sana ada radioaktif, zat-zat kimia, dan berbagai zat berbahaya lainnya," ujarnya.

Ia menegaskan jika pengolahan limbah cair rumah sakit tak dikelola dengan hati-hati--lalu bocor mencemari laut--fatal akibatnya.

Bahkan bahayanya sudah dimulai sebelum mencapai laut. Limbah cair itu akan mengkotaminasi sumber air yang dikonsumsi masyarakat.

Anak-anak nelayan Manado asik bermain di antara sampah dan bangkai kapal tongkang yang karam di pesisir Teluk Manado, tepatnya di pantai Boulevard II Sindulang, Rabu (22/6/2016).
Anak-anak nelayan Manado asik bermain di antara sampah dan bangkai kapal tongkang yang karam di pesisir Teluk Manado, tepatnya di pantai Boulevard II Sindulang, Rabu (22/6/2016). (FOTOGRAFER TRIBUN MANADO/ANDREAS RUAUW)

"Kita memang belum melakukan penelitian khusus soal dampak dari limbah rumah sakit yang mengkontaminasi laut. Bagaimana terhadap ikan-ikan dan lainnya.

Namun saya selalu mengimbau para nelayan untuk tidak menangkap ikan di areal keluarnya limbah, sangat berbahaya," ujar pria menjabat sebagai Ketua Asosiasi Nelayan Tradisional (ANTra).

Rignolda juga menjabat Direktur Perkumpulan Kelola, organisasi yang konsern pada isu-isu wilayah pesisir, aktivis yang konsisten mengadvokasi kasus pencemaran Teluk Buyat dan membantu masyarakat korban pencemaran di Buyat.

Namun yang disayangkan, lanjutnya, ia kerap menemukan orang-orang memancing ikan di daerah berbahaya, yaitu pintu keluar limbah.

"Ikan-ikan di lokasi itu memang banyak, karena banyak terdapat mikro organisme, makanan mereka. Namun bisa dipastikan ikan-ikan itu sangat mungkin terpapar limbah berbahaya," ujarnya.

Oleh karena itu ia kembali mengimbau agar siapapun tidak menangkap ikan di pintu-pintu keluar air yang diduga kuat tercemar berbagai limbah berbahaya.

"Mulai saat ini jangan pernah memancing ikan di pintu keluar aliran limbah, berbahaya!" ujarnya.

Nelayan di Teluk Manado
Nelayan di Teluk Manado (FOTOGRAFER TRIBUN MANADO/ANDREAS RUAUW)
Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved