Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Eksklusif

72 Ribu Kilogram Sampah Medik RSUP Kandou Manado Sudah 4 Bulan Dibiarkan Menumpuk

Sampah-sampah ini tertumpuk di bekas kantin belakang ruang Instalasi Pemiliharaan Sarana Gedung Peralatan Non Medik dan Sanitasi.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
FOTOGRAFER TRIBUN MANADO/ANDREAS GERALD RUAUW
Sampah medik RSUP Kandou Manado dimasukan dalam kantong berwarna kuning sudah empat bulan dibiarkan menumpuk. Beratnya ditaksir mencapai 72 ribu kilogram. 

"Kalau duduk di depan rumah selalu cium bau asap yang bercampur dengan obat-obatan. Saya juga sering larang anak-anak untuk terlalu lama di luar rumah," ujar dirinya.

Pria 37 tahun itu juga berharap ada terobosan dari RSUP Prof Kandou Malalayang untuk membuat pembakar sampah medis ramah lingkungan.

"Kami berharap pihak rumah sakit bisa berbuat sesuatu, karena kasihan juga kami yang tinggal dekat dengan rumah sakit selalu mencium bau-bau yang seperti ini," pintanya.

Terkait hal ini, Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana Gedung, Peralatan Non Medik dan Sanitasi, Melky Mananohas SE mengatakan, persoalan sampah dan limbah di RSUP Prof RD Kandou telah ditangani dengan memperhatikan kajian lingkungan secara profesional.

'' Jadi di RSUP Prof Kandou ada dua jenis sampah yakni, sampah medis dan non medis. Khusus sampah medis kami melakukan pembakaran dengan menggunakan alat yakni insenerator dan autoclave," ujar Melky, Rabu (5/7).

Dia menjelaskan, kedua alat ini berfungsi membantu pengelolaan sampah. Insenerator merupakan tempat membakar sampah medis.

''Kalau pun ada asap yang keluar saat pembakaran, itu tak berbahaya lagi, '' ujar Melky.

Sedangkan Autoclave berfungsi dalam proses penghancuran dan sterilisasi sampah tanpa menimbulkan polusi.

''Kami telah berupaya mengelola secara maksimal sesuai standar pengelolaan lingkungan, sehingga sampah medis tidak lagi membahayakan lingkungan sekitar, '' ujarnya.

Melky menambahkan, pihaknya melalui Direktur Utama RSUP Prof RD Kandou, Dr Maxi Rondonuwu telah merencanakan menambah satu unit Autoclave.

Pihaknya juga melakukan penanganan sampah non medis. Misalnya alat-alat rumah sakit yang rusak yakni meja, kursi, hingga lemari.

Pria 46 tahun ini menambahkan dalam sehari, sampah medis yang dihasilkan bisa mencapai 500 sampai dengan 620 kilogram.

"Kalau sebulan ada 18.000 kilogram, jadi selama empat bulan mesin rusak sampah yang menumpuk sekitar 72.000 kilogram," aku Melky.

Sementara itu, limbah medis di RSU Pancaran Kasih Manado memang dekat dengan pemukiman warga. Hanya sampah ini nanti tercium saat dekat lokasi penampungan.

Rabu (5/7), terlihat ada enam plastik sampah besar warna hitam berada dekat lokasi penimbunan dan parkiran kendaraan. Satu rumah kosong dijadikan penampungan alat rumah sakit yang sudah tak terpakai.

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved