TMMD ke-99 di Ranolambot, Pangdam Ingin Prajurit Lebih Dekat Masyarakat
Tiga perwakilan TNI, Polri, dan Linmas desa Ranolambot Kecamatan Kawangkoan Barat, terima secara simbolis sekop.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Tiga perwakilan TNI, Polri, dan Linmas desa Ranolambot Kecamatan Kawangkoan Barat, terima secara simbolis sekop, cangkul, dan gancu tanah.
Peralatan tersebut diserahkan oleh Bupati Minahasa Jantje Sajow yang menjadi komandan upacara pembukaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), di lapangan sepak bola desa Ranolambot, Selasa (24/7).
Pemberian peralatan tersebut sebagai simbol dimulainya pelaksanaan TMMD dengan berbagai pekerjaan yang akan dilaksanakan di desa Ranolambot semisal pembuatan jalan dan jamban.
Upacara pembukaan tersebut nampak dihadiri oleh Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito, Asisten I Provinsi Sulut John Palandung, perwakilan dari Lantamal VIII Manado, Frokopimda Minahasa, Wakil Bupati Minsel Frangky Wongkar bersama Forkopimda Minsel, jajaran SKPD Pemkab Minahasa, dan pemerintah kecamatan Kawangkoan Barat, Kepala BRI Tondano Muhammad Fadjari, serta undangan lainnya.
Sementara di barisan ada jajaran TNI dari berbagai satuan, anggota Polres Minahasa, siswa, juga masyarakat desa Ranolambot.
Selain itu, kepada ketiga perwakilan disematkan juga secara simbolis tanda pelaksanaan TMMD ke 99.
Pemkab Minahasa dan Kodim 1302 Minahasa juga menandatangani kontrak kerja yang berisi pekerjaan yang akan dilaksanakan selama sebulan di desa Ranolambot.
Dalam sambutannyanya, Bupati Minahasa yang mengenakan seragam loreng khas TNI mengatakan terimakasih dan apresiasi dan terimakasih yang tinggi kepada jajaran TNI dan Polri yang kembali menggelar dan mempercayakan TMMD di Minahasa.
"Dalam Kebersamaan dan gotong royong jika terus dikembangkan maka tidak ada hal sulit untuk disolusikan dan tidak ada tantangan yang susah untuk ditaklukan," ujarnya.
TMMD menurutnya merupakan komitmen bakti TNI untuk membantu pemerintah mengakselerasikan gerak pembangunan serta menyejahterakan masyarakat dengan semangat gotong royong.
TMMD dari tahun ke tahun telah banyak memberi kontribusi bagi percepatan pembangunan di desa tertiggal terisolasi termasuk wilayah perbatasan dan sejalan poin nawacita presiden membangun Indonesia dari pinggira.
"Gotong royong intisari Pancasila yang merupakan kekuatan dasar modal sosial rakyat Indonesia yang juga dimiliki oleh Tou Minahasa yang diwariskan turun temurun sebagai kearifan lokal yang kita miliki.
"Melalui mapalus masyarakat bahu membahu menyelesaikan berbagai hambatan dan tantangan, mengubah menjadi peluang dan kekuatan di berbagai aspek kehidupan, dan terbukti ampuh menangkal upaya memecah belah, dan semakin merekatkan ikatan kekerabatan dan rasa persaudaraan sebagai kesatuan masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, mapalus perlu terus digelorakan untuk mengakselerasikan pemberdayaan dan pembangunan kesejahteraan masyarakat.
"Hal tersebut sejalan dengan pelaksanaan TMMD yang menekankan kemanunggalan TNI dan masyarakat, baik dalam pembangunan sarana fisik, tapi juga pembangunan semangat masyarakat untuk mengelola potensi yang dimiliki, serta kesiagaan menghadapi ancaman tantangan," jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa perjuangan TNI bersama rakyat dalam kemanunggalan sudah terbukti, sebab TNI punya komitmen berjuang untuk masyarakat yang mendambakan kesejahteraan.
"Sambutlah dengan santun dan ramah para prajurit sesuai dengan kepribadian Tou Minahasa yang terbuka dan mudah berinteraksi, beri dukungan dan partisipasi aktif dalam menyukseskan agenda selama TMMD agar tujuan meningkatkan kesejahteraan, dan kesadaran masyarakat dalam berbangsa bernegara, bela negara dan disiplin nasional dapat terwujud," ujarnya, sembari membuka kegiatan tersebut.
Bupati Minahasa juga berharap agar dengan adanya TMMD yang rencananya akan membuka jalan hingga tembus ke daerah Minsel bisa membuka akses lebih dan masyarakat tidak terisolir.
"Semuanya kita sudah anggarkan dan TNI yang kerjakan, tahun depan kita akan anggarkan untuk pengaspalan, dan kita juga akan koordinasi dengan Pemkab Minsel agar mereka juga buka jalan supaya ketemu," jelas dia.
Kesempatan tersebut, beberapa Lansia diberikan bantuan sembako juga warga setempat sumbangan dari BRI.
Sementara itu, Mayjen TNI Ganip Warsito menjelaskan, bahwa TMMD dilaksanakan untuk membantu masyarakat, khususnya untuk mempererat silaturahmi TNI dan masyarakat.
"Supaya prajurit lebih kenal dengan kondisi geografis, kondisi masyarakat, lebih dekat dengan masyarakat, karena TNI tidak bisa dipisahkan dari masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, selama TMMD dilaksanakan pembangunan fisik dan non fisik berupa pembinaan terhadap masyarakat. "Target kita ini sangat strategis khususnya lokasi," jelas dia.
Ia berharap agar anggotanya tetap disiplin dan menjunjung tinggi adat istiadat dari desa Ranolambot."Kerja keras untuk menyelesaikan target," ujarnya.
Sementara itu Letkol Inf Jubert Purnama Dandim 1302 Minahasa menjelaskan bahwa TMMD merupakan tugas negara yang dilaksanakan rutin tiap tahun.
"Kepercayaan jangan kita sia-siakan, namun kita kerja bersama masyarakat, sebab tak akan berhasil tanpa sinergitas, juga untuk menggugah masyarakat," jelasnya.
Ia menjelaskan pembangunan yang dilakukan merupakan usulan dari masyarakat."Semuanya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuat sejahtera juga," ujarnya.
Kegiatan TMMD juga diapresiasi masyarakat. "Senang sekali TMMD dilaksanakan di desa kami, karena ini membantu sekali kami khususnya untuk pembangunan jalan dan jamban," jelas Vecky Kaparang.
Sebab menurutnya sudah puluhan tahun tidak ada kegiatan seperti ini di desanya. "Sebagian besar dari kami di sini jambannya tidak memenuhi syarat karena pendapatan warga berbeda, juga jalan ke Minsel itu sudah puluhan tahun tidak tembus," ujarnya.
Golden Lumempouw juga sangat senang adanya TMMD di desanya lantaran pikirnya pembangunan akan lebih baik dan merata."Setiap tahun ada pembangunan, tapi kan tidak seperti ini, bisa lebih berkembang khususnya bidang pertanian dan perkebunan," ujarnya. *
STORY HIGHLIGHTS
* Waktu pelaksanaa TMMD 99 4 Juli hingga 2 Agustus 2017 (30 hari)
* Tempat : Desa Ranolambot, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa.
* Sasaran Fisik :
- Perintisan dan pengerasan jalan perkebunan sepanjang 1.750 X 4 meter di desa Ranolambot.
- Pembuatan talud sepanjang 200 meter dan tinggi 1,5 meter
* Sasaran tambahan :
- membuat saluran air desa Ranolambot sepanjang 1.755 X 1 meter,
- Membuat pagar gereja Imanuel Ranolambot sepanjang 100 X TINGGI 1,5 meter.
- membuat saluran air gereja Imanuel Ranolambot sepanjang 300 X 1 meter.
- Pembuatan Jambaaang sebanyak 16 unit.
- Penghijauan sebanyak 5 ribu pohon.
* Sasaran non fisik :
- Pengobatan gratis, pelayanan KB, donor darah, dan pemberian sembako.
-Sosialisasi wawasan kebangsaan, empat pilar bangsa, pemutaran film perjuangan, hukum, Kamtibmas, KDRT, budaya hidup bersih, hidup antar umat beragama, bahaya HIV/Aids, perpajakan, pertanian, deradikisasi terorisme ISIS, bahaya narkoba dan miras, sosialiasi rekrutmen TNI dan bela negara.
* Personil yang dilibatkan :
-Satgas TMMD 150 orang
TNI AD 115 orang
TNI AL 5 orang
TNI AU 2 orang
Polres Minahasa 11 orang
Pemkab Minahasa 16 orang
BNNP Sulut 1 orang.
* Anggaran
-Komando Atas Rp 231.475.000.
-Pemkab Minahasa sumber APBD 2017 Rp 1 miliar
- Dukungan swadaya masyarakat berupa tempat penginapan
Data : Kodim 1302 Minahasa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/serahkan-bantuan_20170705_000153.jpg)