Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

PK, OMK dan Pemuda Lintas Agama Adakan Acara Bersama

Suasana begitu kusyuk, semua larut dalam doa untuk perdamaian, kerukunan, persatuan dan kesatuan.

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Dengan terang lilin di tangan, pemuda lintas agama berdoa bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kamis (1/6) di Ampiteater Imanuel Chatolic Youth Center .

Mereka mengikuti doa yang dibawakan oleh lima pemimpin agama dalam suasana gelap ( I Wayan Damai dari Hindu, Pastor Kris Ludong dari Katolik, Meyci Patnafah dari Budha, Pendeta Aprila Regar dari GMIM dan Taufik Bilfaqih dari Muslim).

Suasana begitu kusyuk, semua larut dalam doa untuk perdamaian, kerukunan, persatuan dan kesatuan. Sebelumnya dalam acara diadakan orasi secara bergantian antar Organisasi Kepemudan (OKP).

Ketua Pemuda Katolik (PK) Komisariat Daerah (Komda) Sulawesi Utara (Sulut), Lexi Mantiri mengatakan PK menolak secara organisasi yang merongrong Pancasila. Ia mengajak semua bersatu dalam NKRI yang sementara menghadapi ujian. Ia yakin Pancasila tetap akan bertahan sebagai dasar negara.

"Di akhir kata, saya meminta jangka berhenti untuk meningkatkan dialog bukan hanya seremonial tapi dialog kehidupan," kata Mantiri.

Hal yang sama dikatakan Ismail Makga, sekretaris pemuda Anshor Sulawesi Utara, Ismail Makga,

"Kita jangan sekali-kali melupakan sejarah bahwa Indonesia tidak lahir dengan mudah," katanya.

Anshor dan Banser katanya mengajak untuk bahu membahu melawan organisasi radikal yang ingin membuat Indonesia ke ideologi lain. Ia ingin semua sepakat menjadikan Pancasila sebagai dasar negara.

Biro Presidium Pengembangan Organsiasi PMKRI Gabrier Toang Manado menginginkan generasi muda menjadi teladan. Mereka juga mengecam organisasi yang ingin menganggu Pancasila. Pancasila katanya harus dijaga.

Cresdendi, dari GMNI Sulut mengatakan hari yang bersejarah itu tidak terlepas dari sosok Soekarno. Ia mengatakan saat dibuang di Ende, ia mendapatkan pemikiran juga tentang Pancasila dari Pastor Pieter (ditempat berbeda dari Haji Lukman). Karena itu katanya Pancasila bukan dari satu golongan. Saat penyusunan Pancasila juga katanya AA Maramis ikut memberi usul.

"Pancasila bukan untuk satu golongan," katanya.

Ketua Pemuda Muhamadiyah Salman Saliangi mengatakan pancasila terbentuk dari konsensus panjang. Ia tidak ingin Pancasila diinjak-injak oleh siapapun.

"Bagi Muhamadiyah idoelogi ini sudah final," katanya.

Erick kawatu dari Gamki Sulut mengatakan Pancasila juga memiliki nilai universal menurut Sukarno dalam sebuah lawatan di Amerika. Pancasila digali dalam nilai-nilai budaya bangsa.

Eki Posumah, ketua OMK Kevikepan Tombulu mengatakan pancasila ingin diganti oleh mereka yang ingin berkuasa. Ia ingin kerukunan tetap dijaga di Sulut.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved