Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BI dan TPID Sulut Panen Raya Cabai Rawit

Bank Indonesia dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Utara (Sulut) melakukan panen raya cabai rawit

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
NET
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Bank Indonesia dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Utara (Sulut) melakukan panen raya cabai rawit yang di daerah Paniki III Kecamatan Mapanget Manado. Hal ini merupakan satu di antara program untuk mengendalikan inflasi.

"Cabai rawit saat ini harganya sangat berfluktuasi. Meskipun selama empat bulan terakhir tidak menjadi penyebab utama inflasi.

Namun fluktuasinya tinggi," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Soekowardojo saat Panen Raya Cabai Rawit Dalam Rangka Pengendalian Inflasi Menghadapi Bulan Ramadan 2017 oleh Tim TPID Sulut, Jumat (26/5/2017).

Soekowardojo menambahkan inflasi di Sulut saat ini selama 4 bulan sebesar 2,49 persen. Padahal sepanjang tahun 2016 sebesar 0,35 persen. Untuk itu harus menjadi perhatian bersama.

Dari 400 lebih komponen yang dikonsumsi masyarakat Manado, ada dua yang perlu mendapat perhatian, yaitu tomat sayur dan tarif dasar listrik.

Dua komponen tersebut telah menyumbangkan 1,5 persen lebih untuk inflasi.

"Oleh karena itu tomat sayur harganya harus terjaga dengan baik, kalaupun terjadi kenaikan, namun dalam batas yang normal. Terlebih saat ini menjelang Ramadan dan Idul Fitri serta pengucapan. Dalam momen tersebut kebutuhan masyarakat meningkat," ungkapnya

lebih lanjut Soekowardojo menjelaskan inflais harua dijaga agar rendah dan stabil.

Sebab jika tinggi bisa mengikis nilai mata uang. Contohnya jika saat ini dengan uang Rp100.000 bisa membeli beras sebanyak 10 kilogran.

Jika terjadi inflasi 10 persen, pada tahun depan dengan nilai uang yang sama hanya dapat membeli 9 kilogram beras. "Satu kilogramnya tergerus oleh inflasi," ungkapnya.

Selain itu, jika inflasi tinggi juga akan berpengaruh kepada jumlah warga miskin yang akan bertambah. Oleh karena itu inflasi harus menjadi perhatian bersama.

Cabai rawit yang ditanam Kelompok Tani Mapalus berjumlah 20.000 pohon. Jika setiap pohon menghasilkan 1 kilogram berarti akan menghasilkan 2 ton cabai rawit.

"Dengan demikian diharapkan dapat menjaga pasokan cabai rawit, apalagi saat ini menjelang Ramadan dan Idul Fitri serta pengucapan," ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Sulut, Arie Bororing mengungkapkan Gerakan Batanang Rica dan Tomat (Barito) merupakan tindakan nyata yang dilakukan BI untuk menanggulangi inflasi bersama TPID.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved