Tribun Manado TV
(VIDEO) Jelajahi Monumen Para Leluhur
Stonehenge di Inggris merupakan satu di antara peninggalan yang sangat terkenal.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alexander Pattyranie
Dari Manado, perjalanan kita menuju Kabupaten Minahasa Utara (Mitra). Di kabupaten ini banyak kampung tua, satu di antaranya Desa Wawali di Kecamatan Ratahan.
Keberadaan Watu Pasak Wanua Wawali (menhir) menjadi tanda kampung tersebut tua dan sudah lama berdiri. Batu alam atau sedimen turfa ini dibuat tanpa pengerjaan atau pembentukan terlebih dahulu.
Di desa Wawali terdapat tiga menhir yang berbentuk lurus dengan posisi menancap ke tanah. Dua berukuran besar dan satu berukuran sedang. Juga terdapat beberapa batu kecil saling melekat satu dengan yang lain. Dalam bangunan kecil berwarna merah putih, batu tersebut dilingkari dinding kecil berukuran menhir tersebut.
Sampai saat ini menhir tersebut masih dianggap sakral oleh warga, bahkan setiap perayaan kampung menhir tersebut sering jadi tempat kumpul warga.
Jan Manopo, pemerhati budaya dan sejarah Mitra, mengatakan, menhir sejak jaman prasejarah dijadikan pertanda kampung oleh warga.
"Berdasarkan hasil beberapa penelitian arkeologi dan antropologi menhir berfungsi sebagai batas desa atau kampung, media pemujaan dalam sebuah ritual bahkan menjadi penanda sebuah kampung," ungkapnya. (val)
Batu Beranak di Desa Kali Oki
Masih di Kabupaten Mitra. Ada peninggalan yang menyimpan cerita atau mitos rakyat adalah batu beranak (menhir) yang berada di Desa Kali Oki.
Sekilas batu tersebut serupa dengan batu biasa. Sebagian besar bagian batu sudah tertimbun tanah. Di pinggirnya tumbuh bunga. Di sekeliling batu itu dilingkari tembok setinggi kira-kira setengah meter.
Tembok dan tanaman sekitar batu itu ada bukan karena faktor alam. Warga sengaja menutup daerah sekitar batu agar tak dijadikan tempat bermain dan batu tak dirusak. Hal itu karena warga takut peristiwa tragis yang diceritakan tetua kampung terjadi lagi.
Jan Manoppo, budayawan Mitra, menceritakan kisah batu beranak di Desa Kali itu. Disebut batu beranak karena batu terdiri dari beberapa bentuk yang menyatu satu dengan yang lain, dari yang besar, sedang, sampai kecil.
Jan mengatakan, batu tersebut memang menyimpan cerita. Sampai saat ini batu tersebut terus dijaga warga agar tidak dirusak orang. Mereka tak ingin kisah itu terjadi kembali. (val)
Lesung dan Meja Batu di Guaan
DESA Guaan di Kecamatan Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, mulai dihuni pada 1953. Namun, di daerah ini ternyata ada lesung dan meja batu yang masyarakat temukan di kebun.
Sejumlah artefak kuno yang ditemukan yakni meja batu, lesung batu raksasa, dan kapak batu. Sebagian besar ditemukan tak utuh lagi. Misteri inilah yang mulai diungkap warga dan para arkeolog dalam beberapa tahun terakhir.