Tahbisan Tujuh Imam Diadakan di Paroki Laikit
Tempat tahbisan imam di Keuskupan Manado tahun ini berpindah tempat. Biasanya, tahbisan dilakukan di gereja Hati Tersuci Maria (HTM) Katedral Manado
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Tempat tahbisan imam di Keuskupan Manado tahun ini berpindah tempat.
Biasanya, tahbisan dilakukan di gereja Hati Tersuci Maria (HTM) Katedral Manado, Sabtu (29/4). Tahbisan lima frater diosis Manado dan dua frater tarekat Misionaris Hati Kudus (MSC) dilaksanakan di gereja Santo Yohanes Penginjil Laikit.
"Saya merasa bangga," kata Pastor Hendro Agustinus Kandowangko, pastor asal paroki Laikit saat memberikan ungkapan hati imam baru.
Laikit, juga menjadi desa yang berkesan bagi uskup Manado, Mgr. Josef Suwatan MSC. Ia dahulu pernah mendaki Gunung Klabat dari Laikit. Selain tahbisan imam di Laikit, ia masih akan memberikan tahbisan diakon dan tahbisan Pastor untuk diakon Frits Ponomban yang sekarang menjadi misionaris di Jepang.
Uskup dalam renungannya mengambil bagian terakhir dalam upacara penahbisan. Di situ ada penyerahan piala dan patena.
"Dari situ akan dikonsekrir Tubuh dan Darah Kristus dari roti dan anggur yang merupakan persembahan dari umat-Nya," katanya.
Sebagai seorang imam, mereka katanya harus mempersembahkan kepada Allah doa-doa umat.
"Perhatikanlah apa yang harus kamu lakukan dalam perayaan ekaristi," ujarnya.
"Persembahan diri seutuhnya untuk keselamatan umat."
Tingkah laku sebagai seorang imam harus sesuai dengan misteri Sabda Tuhan. Hidup mereka bukan lagi menjadi pemuda biasa tapi menyesuai dengan misteri salib Tuhan. Mereka menjadi imam menurut misteri kedatangan Kristus yang mempersembahkan diri-Nya
demi keselamatan banyak orang.
"Tapi hidup itu bukan dengan ketegangan tapi dalam kegembiraan anak-anak Allah," katanya.
Side bar 1-
Yang ditahbiskan imam oleh Mgr. Josef Suwatan MSC, ialah Pastor Kornelius Kupea, Pastor Troyani Rishard Kalengkongan, Pastor Hendro Agustinus Kandowangko, Pastor Frits Valentino Karamoy, Pastor Nicholas John Bomba, Pastor Marianus Ada MSC, dan Pastor Christiano Pascalis Lala, MSC.
Ungkapan oleh imam baru. Pastor Hendro yang memberikan ungkapan hati mewakili para imam. Ia merangkum ret-ret yang diberikan Pastor Sefri Topi sebagai pembimbing.
"Mengagumkan hari istimewa ini, agung, dan mulia," katanya.
Ia mengutip Santo efrem yang mengatakan martabat imam melampaui pengertian. Menurutnya tahbisa imamat diupayakan, dimimpikan, dan dijaga. Kata itu memiliki wibawa dan tidak sembarang dimiliki orang.