Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

PPI Sulut Gelar Rakorprov

Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi Sulawesi Utara menggelar rapat kerja provinsi dirangkaikan tes urin mendadak bagi calon paskibraka

Penulis: Maickel Karundeng | Editor: Andrew_Pattymahu
MAICKEL KARUNDENG
PPI Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi Sulawesi Utara menggelar rapat kerja provinsi dirangkaikan tes urin mendadak bagi calon paskibraka dan purna, Sabtu (1/4) di ruang serbaguna Pemkot Manado.

Ketua PPI Sulut Henro A Kawatak, ST berkata maksud rakerprov dilaksanakan guna membahas kegiatan apa saja yang ingin di buat pada tahun berjalan di 15 kabapaten/kota yang ada di Provinsi Sulut.

Dan yang membuat rakerprov menjadi lebih bagus karena kehadiran Ketua Umum PPI Kak Gustaf bersama PPI Provinsi Sulut, Ketua PPI Sulut Henro A Kawatak, ST, Ketua Panitia Rakerprov PPI Sulut Hendra Zoenardji, dan para Ketua PPI Daerah di Sulut.

Kawatak menambahkan, ada 10 pokok-pokok program kerja yang dibahas,
satu diantaranya ingin mendeklarasikan program anti narkoba dan HIV di 15 kabupaten/kota di Sulut bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasiona Provinsi Sulut.

Dalam pemaparan kepada semua purna dan calon paskibraka, Kepala BNNP Sulut Charles Ngili menjelaskan bahaya
Narkoba. "Jangankan pakai, coba-coba juga jangan karena efeknya sangat buruk," katanya.

Awalnya perasaan tenang, tapi saat tidak ada obat maka tekanan mental yang amat berat bagi para pecandu.

"Secara psikologis dia tertekan, bahkan dapat melukai diri sendiri. Bisa jadi pecandu menyayat diri sampai meminum darahnya sendiri karena kecanduan narkoba sampai berpikir dalam darahnya ada narkoba," tuturnya.

Ia ingatkan lagi kepada peserta agar tidak pernah mencoba menggunakan barang haram ini. Apalagi yang penasaran ingin mencobanya untuk tidak tergoda.

Kerusakan otak akibat narkoba tidak akan pernah bisa diobati selamanya.
Alat paling vital bagi tubuh yang diserang karena narkoba adalah otak.

Ia menyampaikan agar segera laporkan kepada BNNP jika ada anggota keluarga yang mencoba barang ini untuk direhabilitasi agar bisa kembali hidup normal dilingkungan.

Jangan takut atau malu melapor. "Jika sukarela datang ke BNNP melapor, tidak akan di proses hukum dan di rehabilitasi, tapi jika kedapatan pasti diproses hukum," tegas Ngili.

Jika pecandu ingin kembali hidup normal prosesnya bisa beberapa bulan direhabilitasi. Pemakaian tetap kurang lebih satu bulan dan bagi yang coba-coba hanya beberapa hari direhabilitasi sesuai perkembangan.

BNN sangat komitmen menyelamatkan anak bangsa dan prioritaskan usia produktif guna terhindar dari Narkoba.

Para Purna dan calon paskibraka mendadak mendapat tantangan untuk secara spontan melakukan tes urin oleh petugas BNNP.

Sekitar 50 unit alat tes disiapkan BNNP bagi peserta yang ingin di tes. Dari hasil pemeriksaan, semua negatif narkoba.  

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved